• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Kamis, 20 Juni 2024

Daerah

Gus Kikin Ceritakan Perjuangan Mbah Wahab Dirikan Nahdlatul Ulama

Gus Kikin Ceritakan Perjuangan Mbah Wahab Dirikan Nahdlatul Ulama
KH Abdul Hakim Mahfudz dalam Haul KH Wahab Hasbullah ke-53. (Foto: Tambakberas TV)
KH Abdul Hakim Mahfudz dalam Haul KH Wahab Hasbullah ke-53. (Foto: Tambakberas TV)

NU Online Jombang,
Sosok Mbah Wahab telah dikenal oleh berbagai lapisan masyarakat. Melalui perannya dalam mendirikan organisasi keislaman bernama Nahdlatul Ulama di tengah banyaknya paham yang berselisih kala itu, ia juga dikenal sebagai pahlawan nasional.

 

Begitulah yang dipaparkan oleh KH Abdul Hakim Mahfudz Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dalam  acara pengajian umum peringatan Haul KH Wahab Hasbullah yang ke-53 pada Senin (20/5/2024) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.


Gus Kikin menjelaskan, seiring melemahnya kekuasaan Turki Utsmani pada abad 20-an, beberapa paham yang tidak sejalan dengan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah mulai masuk ke Indonesia.


Pada masa itu, tepatnya tahun 1905, didirikanlah Sarekat Islam, sebuah organisasi yang di dalamnya terdiri dari banyak paham keislaman. Sarekat Islam kala itu menjadi wadah terbesar bagi umat muslim Indonesia dalam berorganisasi atas dasar agama.


"Mbah Wahab pada masa itu sudah memiliki ide-ide tentang berdirinya suatu organisasi tersendiri yang terlepas dari Sarekat Islam. Hingga akhirnya Mbah Wahab mulai mendirikan Taswirul Afkar, kemudian diikuti oleh berdirinya Nahdlatut Tujjar yang beliau dirikan bersama Kiai Hasyim Asy’ari," terangnya.


Kendati demikian, kedua organisasi tersebut tidak dapat berkembang sebesar Sarekat Islam. Diketahui, penyebabnya adalah kondisi ekonomi dan politik yang kala itu belum stabil.


"Memang tantangan mendirikan organisasi pada masa itu adalah kondisi ekonomi dan politik yang masih belum stabil, sehingga organisasi yang didirikan kurang berkembang," papar Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut.


Sehingga mau tidak mau, lanjutnya, organisasi keagamaan baru pada masa itu harus bergabung dengan Sarekat Islam. Sedangkan, di dalam tubuh Sarekat Islam sendiri sering terjadi perdebatan lantaran banyaknya paham yang ada.


"Setelah melewati perjuangan yang besar, Nahdlatul Ulama pun lahir di tengah umat, tepatnya pada tahun 1926.
Berdirinya Nahdlatul Ulama ini juga merupakan buah dari pemikiran-pemikiran dan gagasan Mbah Wahab untuk mengabdi pada bangsa."


"Peran ulama, khususnya Mbah Wahab memang sangat penting. Tak hanya dalam berdirinya Nahdlatul Ulama melainkan juga dalam meraih kemerdekaan Indonesia. Para ulama berhasil menyatukan seluruh kekuatan rakyat dalam naungan kebangsaan sehingga Indonesia bisa merdeka hingga detik ini," sambungnya.


Daerah Terbaru