• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Kamis, 20 Juni 2024

Daerah

1 dari 3 Jamaah Haji asal Jombang yang Tertinggal di Makkah karena Sakit Dikabarkan Meninggal

1 dari 3 Jamaah Haji asal Jombang yang Tertinggal di Makkah karena Sakit Dikabarkan Meninggal
Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir. (Foto: NU Online Jombang/Karimatul Maslahah)  
Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir. (Foto: NU Online Jombang/Karimatul Maslahah)  

NU Online Jombang, 
Tiga jamaah haji asal Kabupaten Jombang yang tertinggal di tanah suci Makkah dikabarkan satu meninggal dunia, sementara dua jamaah lainnya masih menjalani perawatan. 


Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir mengatakan, informasi yang diterima satu jamaah yang meninggal tersebut adalah H Muhammad Nadhir asal kloter 79. 


”Ya kami baru menerima informasi bahwa satu dari jamaah kita yang masih dirawat di Makkah telah meninggal dunia,’’ ujarnya, Sabtu (12/8/2023).


Dijelaskan, jamaah meninggal pada Jumat (11/8/2023), setelah menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Makkah sejak sepekan lalu. ”Kemudian, setelah subuh sudah dishalatkan dan dimakamkan di sana juga,’’ tambahnya.


Sehingga, kini ada dua jamaah yang masih dirawat di Makkah, yaitu Hj Djumduah dari kloter 77 dan Hj Musroh dari kloter 78. ”Yang dua masih dirawat,’’ terangnya.


Dari informasi yang diterima, Hj Djumduah sempat dilaporkan membaik dan tinggal menunggu visitasi dokter. Namun, setelah evaluasi hingga kini belum diperbolehkan pulang ke tanah air. ”Karena mempertimbangkan kesehatannya belum layak untuk terbang,’’ tandasnya. 


Dengan tambahan jumlah tersebut, ia menegaskan, total jamaah yang meninggal ada 10 orang. ”Ya ada 10 dengan tambahan itu,’’ pungkasnya. 


Berdasarkan data Kemenag Jombang sebelumnya, total ada 9 jamaah yang meninggal di Makkah selama musim haji 2023. Masing-masing M Solichan warga Desa Kedawong, Kecamatan Diwek yang meninggal pada Sabtu (1/7/2023) lalu. Kedua adalah Rani, 70, warga Dusun Padar Kidul, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro yang meninggal pada Selasa (4/7/2023) malam.


Kemudian, Munasri, 70, warga Desa Gongseng, Kecamatan Megaluh yang meninggal pada Jumat (7/7/2023). Selanjutnya, Kholiyatun Yarto Idris dari kloter 77. Warga Desa Mlaras, Kecamatan Sumobito dilaporkan meninggal pukul 19.10 Waktu Arab Saudi (WAS) di RS An-Noor Makkah (7/7/2023). 


Kemudian Masrur Asmuji Esan, 78, warga Dusun Sentanan, Desa Grogol, Kecamatan Diwek yang meninggal pada Ahad (9/7/2023). Selain itu, Solikah, jamaah asal Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung dari kloter 78 juga dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu 22/7) di RS Saudi Jerman Jeddah. 


Jamaah ke-7, H Rifai Kaprawi, 92, warga Dusun Wringinpitu, Kecamatan Mojowarno. Jamaah kloter 78 tersebut dilaporkan meninggal Selasa (25/7/2023) pukul 10.25 Waktu Arab Saudi. Serta jamaah ke-8 H Karyoto Kamin Sadiman, 60, warga Sumobito Jombang. Jemaah haji yang tergabung dalam kloter 78 ini dilaporkan meninggal Kamis (27/7/2023) di RS Al Madinah pukul 22.58 Waktu Arab Saudi.

 

Terakhir, Hj Suwatin, 71, warga Dusun Pulodadi, Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh. Jamaah dari kloter 78 tersebut meninggal di RS King Faisal Makkah, Senin (31/7/2023).


Daerah Terbaru