• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Kamis, 20 Juni 2024

Nasional

Sunnah bagi Jamaah Haji yang Baru Pulang, Bawa Oleh-oleh hingga Shalat 2 Rakaat

Sunnah bagi Jamaah Haji yang Baru Pulang, Bawa Oleh-oleh hingga Shalat 2 Rakaat
Jamaah haji Indonesia baru tiba di Tanah Air. (Foto: Kemenag)
Jamaah haji Indonesia baru tiba di Tanah Air. (Foto: Kemenag)

NU Online Jombang,
Sejak Selasa (4/57/2023), jamaah haji mulai dipulangkan ke Tanah Airnya masing-masing. Termasuk jamaah haji asal Indonesia. Proses pemulangan jamaah haji dilakukan secara bertahap dari gelombang pertama, kemudian disusul gelombang berikutnya, begitu seterusnya. Demikian ini menyusul telah rampungngya fase pelaksanaan ibadah haji 2023.


Bagi para jamaah haji yang sudah pulang dari Tanah Suci, hendaknya tidak melewatkan beberapa hal yang memang disunnahkan syariat. Setidaknya ada tiga kesunnahan atau anjuran yang dapat dilakukan bagi mereka. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Hengki Ferdiansyah dalam tulisuannya di NU Online berjudul ''Tiga Hal yang Disunahkan saat Pulang Haji'


Pertama, tidak lupa membawa oleh-oleh untuk diberikan kepada keluarga yang ditinggalkannya. Anjuran ini juga tidak hanya berlaku bagi jamaah haji, tapi siapa pun yang usai melakukan perjalanan disunnahkan membawa buah tangan untuk anak, istri, dan saudaranya.


Kedua, melaksanakan shalat dua rakaat di masjid atau mushala terdekat pada saat sampai di kampung halaman.


Ketiga, mengadakan naqi’ah, yaitu perhelatan yang ditujukan untuk menyambut kedatangan orang yang baru tiba dari perjalanan jauh. Termasuk perjalanan menunaikan ibadah haji ini. Kegiatan ini dapat dilakukan keluarga jamaah haji yang sudah pulang atau masyarakat di lingkungannya.


"Biaya pengadaan selamatan ini bisa saja dari pihak keluarga, masyarakat, atau orang yang baru pulang haji," jelas Hengki Ferdiansyah dalam tulisannya dikutip pada Kamis (6/7/2023). 


Tiga kesunnahan yang disebutkan Hengki Ferdiansyah di atas didasarkan pada sebuah keterangan dalam kitab Hasyiyatul Qalyubi wa Umairah: 


يندب أن يحج الرجل بأهله وأن يحمل هدية معه وأن يأتي إذا عاد من سفر ولو قصيرة بهدية لأهله، وأن يرسل لهم من يخبرهم بقدومه إن لم يعلموا به وأن لا يطرقهم ليلا، وأن يقصد أقرب مسجد فيصلي فيه ركعتين سنة القدوم، وأن يصنع أهله له وليمة تسمى النقيعة، وأن يتلقوه كغيرهم، وأن يقال له إن كان حاجا أو معتمرا: تقبل الله حجك أو عمرتك وغفر ذنبك وأخلف عليك نفقتك


Artinya, “Seseorang haji bersama keluarganya dianjurkan dan membawa hadiah saat pulangnya. Apabila pulang dari perjalanan, meskipun perjalanan yang tidak terlalu jauh, ia dianjurkan membawa hadiah untuk keluarganya, dan mengutus orang untuk memberi kabar kepada keluarganya bila mereka belum mengetahui kedatangannya. Sebaiknya, jangan mendatangi mereka (sampai di rumah) pada waktu tengah malam. Dianjurkan pula mengerjakan shalat sunnah qudum dua rakaat di masjid terdekat. Bagi keluarganya, hendaklah mengadakan walimah, ini dinamakan naqi’ah, untuk menyambutnya. Apabila dia pulang haji, setiap orang dianjurkan menemuinya dan mengatakan, “Semoga Allah menerima haji dan umrahmu, dosamu diampuni, dan Allah SWT mengganti biaya perjalananmu.”


Sebagaimana diketahui, masyarakat di Indonesia biasanya berduyun-duyun mendatangi rumah jamaah haji yang baru pulang dari Tanah Suci. Kedatangannya kadang untuk menyampaikan selamat dan meminta doa kepada orang-orang yang baru saja menyandang gelar haji itu.


Muhammad Abror dalam tulisannya di NU Online berjudul ''Anjuran Minta Doa Kepada Jamaah Haji yang Baru Pulang ke Tanah Air' menjelaskan, bahwa meminta doa kepada jamaah haji yang baru pulang ke daerah asalnya adalah sebuah anjuran dari Rasulullah saw.


Sebenarnya bila dirinci, meminta doa adalah tahap yang terakhir. Sebelum meminta doa, hendaknya mengucapkan salam terlebih dahulu, kemudian berjabat tangan, lalu meminta doa ampunan kepada Allah melalui orang yang baru mendapat gelar haji itu sebelum memasuki rumahnya.


Muhammad Abror dalam hal ini menyebutkan bahwa anjuran tersebut didasarkan pada sebuah hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, sebagai berikut:


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا لَقِيتَ الْحَاجَّ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَصَافِحْهُ وَمُرْهُ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ قَبْلَ أَنْ يَدْخُلَ بَيْتَهُ فَإِنَّهُ مَغْفُورٌ لَهُ

 

Artinya, “Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: ‘Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Jika kamu menjumpai orang yang baru berpulang dari haji maka berilah salam kepadanya, dan jabatlah tangannya, serta mintalah kepadanya untuk memohonkan ampun buatmu sebelum ia memasuki rumahnya, sebab ia telah diampuni dosa-dosanya.’” (HR Imam Ahmad). 


Nasional Terbaru