• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Kamis, 20 Juni 2024

Amaliyah NU

Lafal Niat Puasa Ramadhan Satu Bulan Penuh

Lafal Niat Puasa Ramadhan Satu Bulan Penuh
Ilustrasi puasa Ramadhan. (Foto: Freepik)
Ilustrasi puasa Ramadhan. (Foto: Freepik)

Niat puasa Ramadhan satu bulan penuh diperbolehkan menurut madzhab Malikiyah. Pendapat ini berbeda dengan ulama madzhab selain madzhab Malikiyah. Kendati begitu, semua ulama madzhab empat sepakat bahwa puasa Ramadhan wajib dimulai dengan niat.


Yang berbeda adalah dalam hal teknis niatnya. Pendapat Malikiyah memperbolehkan menjamak (mengumpulkan) niat puasa Ramadhan sebulan di malam pertama bulan Ramadhan. Berikutnya, orang yang berpuasa tidak lagi diwajibkan mengulangi niat.


Pendapat Malikiyyah ini juga lazim dipakai di Indonesia. Meski penduduknya mayoritas penganut mazhab Syafi’i, tetapi dalam kasus niat puasa Ramadhan sebulan ini mereka dibimbing oleh para kiai dan masyayikh untuk mengadopsi teorinya mazhab Maliki dalam praktik niat di awal Ramadhan.


Banyak di beberapa masjid dan mushala saat malam pertama Ramadhan masyarakat dibimbing oleh para tokohnya untuk bersama-sama melaksanakan niat puasa sebulan versi madzhab Malikiyah.


Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH A Idris Marzuqi—semoga Allah merahmatinya—di dalam karyanya Sabil al-Huda yang berisikan himpunan wadhifah dan amaliyah menegaskan:


“Untuk berjaga-jaga agar puasa tetap sah ketika suatu saat lupa niat, sebaiknya pada hari pertama bulan Ramadhan berniat taqlid (mengikut) pada Imam Malik yang memperbolehkan niat puasa Ramadhan hanya pada permulaan saja. Dan adanya cara tersebut bukan berarti membuat kita tidak perlu lagi niat di setiap harinya, tetapi cukup hanya sebagai jalan keluar ketika benar-benar lupa,” (KH. A. Idris Marzuqi, Sabil al-Huda, hal. 51).


Di dalam kitab tersebut, ulama kharismatik dari Kediri, Jawa Timur, tersebut mencontohkan lafal niat puasa Ramadhan satu bulan penuh sebagai berikut:


نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى


Artinya, “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah” (terjemahan dari penulis).


Biasanya, meskipun melafalkan niat di atas, masyarakat tetap dibimbing untuk tetap rutin melaksanakan niat puasa setiap hari. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi bila mana di kemudian hari lupa niat, puasanya tetap sah dan bisa diteruskan, sebab dicukupkan dengan niat puasa sebulan penuh di awal Ramadhan. 

 
*Keterangan ini diambil dari artikel NU Online berjudul Lafal dan Cara Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh.


Editor:

Amaliyah NU Terbaru