• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Rabu, 17 April 2024

Nasional

Tepis Kabar Wafatnya KH Muammar ZA, Sang Istri: Alhamdulillah, Beliau Baik-baik Saja

Tepis Kabar Wafatnya KH Muammar ZA, Sang Istri: Alhamdulillah, Beliau Baik-baik Saja
KH Muammar ZA. (Foto: IG kh_muammar_za.offocial)
KH Muammar ZA. (Foto: IG kh_muammar_za.offocial)

NU Online Jombang, 
Kabar duka KH Muammar ZA, Qori' Internasional Legendaris dikabarkan meninggal dunia dipastikan hoaks. Pada Jumat (19/1/2024), jagat maya sempat dihebohkan dengan foto dan video ucapan duka untuk KH Muammar ZA, seperti di tiktok dan sejumlah sosial media lain.


Viralnya berita ini ditanggapi oleh Imas R. Fauziah, Istri KH Muammar ZA. Melalui akun Instagram KH Muammar ZA, Imas R. Fauziah membantah kabar duka tersebut. Ia menyampaikan fakta bahwa saat ini KH Muammar ZA dalam keadaan.


"Assalamualaikum, jemaah semua harap hati-hati dengan semua pemberitaan meninggalnya KH Muammar ZA. Alhamdulillah beliau baik-baik saja, sehat wal afiat," tulisnya.


Imas juga berpesan agar lebih berhati-hati dalam bersosial media, jangan mudah percaya kabar yang beredar sebelum terverifikasi kebenarannya, sebelum dikonfirmasi oleh akun yang resmi.


"Semoga dengan adanya berita palsu ini ada hikmah untuk kita semua. Hati-hati lagi dalam menggunakan sosial media. Harus dicek dulu sebelum menyebarkan sesuatu," pesannya.


Untuk diketahui,  KH Muammar ZA sendiri tengah mengisi pengajian di Sempur Kraton, Plered pada Jumat (19/1/2024). Sementara para Sabtu (20/1/2024), ia akan mengisi pengajian di Cisomang Purwakarta.

 

Profil Singkat KH Muammar ZA

Di era 80 dan 90-an, Muammad ZA dikenal sebagai “jawaranya” qari nasional dan internasional. Lelaki kelahiran Dusun Pamulihan, Warungpring, Kecamatan Moga, Pemalang, Jawa Tengah, ini pelopor seni mengaji dengan berduet dan membaca saritilawah.

 

Di era-era itu suara merdunya lazim menghias banyak masjid-masjid di Indonesia sebelum Magrib, menjelang Subuh, atau menjelang shalat Jum’at, lewat kaset yang diputar via taperecorder. Kaset-kaset yang meledak juga diputar dalam acara-acara keagamaan seperti Maulid Nabi.

 

Lelaki kelahiran 14 Juni 1954 itu kebanjiran undangan untuk mengaji di acara-acara pengajian di kota-kota hingga ke kampung-kampung pelosok di Tanah Air. Itu dilakukannya bertahun-tahun, hingga kini. Di luar negeri, Pengasuh Pesantren Ummul Qura, Cipondoh itu pernah diundang Raja Hasanah Bolkiah, istana Yang Dipertuan Agong Malaysia, sampai istana raja-raja di Jazirah Arab untuk mengaji.

 

Akronim ZA di belakang namanya, kepanjangan dari H Zainal Asykin, ayahnya, ulama terpandang di kampungnya. H Zainal juga seorang qari. Setiap akhir malam, sebagai pengurus masjid, ia biasa melantunkan tarhiman, selawat dan puji-pujian untuk membangunkan orang-orang guna mendirikan salat Subuh. Ibu Muammar ZA bernama Hj Mu’minatul Afifah.


Nasional Terbaru