• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Neraca BMTNU Nasional Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Senin, 5 Desember 2022

Keislaman

Ngebet Nikah? Jangan Sampai Keluar dari 7 Niat Ini

Ngebet Nikah? Jangan Sampai Keluar dari 7 Niat Ini
Ilustrasi kedua mempelai menunjukkan cincin pernikahan.
Ilustrasi kedua mempelai menunjukkan cincin pernikahan.

Sejak bulan Maulid Nabi Muhammad saw, tak sedikit kaum muda khususnya yang memantapkan diri untuk mengakhiri kejombloannya. Baik laki-laki maupun perempuan. Bulan kelahiran Nabi Muhammad tersebut memang dipercaya oleh banyak kalangan sebagai momentum yang sangat baik untuk melangsungkan pernikahan.


Secara manusiawi, mayoritas orang tentu tak mau terus menerus menjomblo, apalagi sudah cukup umur. Bahkan, bila lebih dari usai menikah menurut takaran kebiasaan masyarakat di daerah-daerah tertentu, bukan tak mungkin kadang menjadi topik gojlokan sebagian masyarakatnya. 


Menikah adalah bagian dari ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw bagi umatnya. Tentu bagi umatnya yang sudah yakin untuk menikah lantaran dinilai sudah memenuhi kriteria-kriteria atau rukun-rukun dalam menikah. 


Penting bagi orang yang hendak menikah, bukan sekadar kemampuan fisik dan materi, yang perlu juga diperhatikan adalah niat dalam menikah. Jangan sampai salah niat. Niat atau kesungguhan hati untuk menikah bisa menentukan perjalanan dalam sebuah pernikahan. Menikah langgeng seumur hidup dan dipenuhi kebahagiaan adalah harapan mulai dari setiap orang yang menikah.


Karena itu, Syekh Ali bin Abi Bakar As-Sakran Ba 'Alawi Al-Husaini mengajarkan tujuh niat dalam menikah, sebagaimana yang ditulis NU Online dalam artikelnya yang berjudul 7 Niat Menikah bagi Para Jomblo yang Ngebet Kawin


Pertama

ِنَوَيْتُ بِهَذَا التَّزْوِيجِ مَحَبَّةَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالسَّعْيَ فِي تَحْصِيلِ الْوَلَدِ لِبَقَاءِ جِنْسِ الْإِنْسَان 


Artinya: "Saya niatkan pernikahan ini karena cinta kepada Allah dan mengupayakan memperoleh anak agar manusia tetap eksis keberadaannya.


Kedua

نَوَيْتُ مَحَبَّةَ رَسُولِ اللہِ ﷺ فِي تَكْثِيرِ مُبَاهَاتِهِ، لِقَوْلِهِ ﷺ: تَنَاكَحُوا تَكَثَّرُوا، فَإِنِّي أُبَاهِي بِكُمُ الْأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

 

Artinya: "Aku niatkan pernikahan ini karena mencintai Rasulullah saw untuk memperbanyak kebanggaannya. Berdasarkan sabdanya: “Menikahlah, maka kalian akan memperbanyak keturunan, karena sesungguhnya aku akan membanggakan kalian pada umat-umat terdahulu di hari kiamat.”


Ketiga

نَوَيْتُ بِهَذَا التَّزْوِيجِ وَمَا يَصْدُرُ مِنِّي مِنْ قَوْلٍ وَفِعْلٍ التَّبَرُّكَ بِدُعَاءِ الْوَلَدِ الصَّالِحِ وَطَلَبَ الشَّفَاعَةِ بِمَوْتِهِ صَغِيرًا إِذَا مَاتَ قَبْلِي


Artinya: "Aku niatkan pernikahan ini dan apa yang akan keluar dariku, perkataan dan pebuatan, untuk tabarruk dengan doa anak saleh dan untuk mencari syafaat dengan kematiannya, jika ia meninggal mendahuluiku." 


Keempat

نَوَيْتُ بِهَذَا التَّزْوِيجِ تَرْوِيحَ النَّفْسِ وَإِينَاسِهَا بِالْمُجَالَسَةِ وَالنَّظَرِ وَالْمُلَاعَبَةِ إِرَاحَةً لِلْقَلْبِ وَتَقْوِيَةً لَهُ عَلَى الْعِبَادَةِ


Artinya: "Aku niatkan pernikahan ini untuk menyenangkan dan menghibur hati dengan bergaul, memandang, dan bercumbu rayu, serta untuk menyenangkan hati dan sebagai penguat ibadah."


Kelima 

نَوَيْتُ بِهِ تَفْرِيغَ الْقَلْبِ عَنْ تَدْبِيرِ الْمَنْزِلِ وَالتَّكَفُّلَ بِشُغْلِ الطَّبْخِ وَالْكَنَسِ وَالْفِرَشِ وَتَنْظِيفِ الْأَوَانِي وَتَهْيِئَةِ أَسْبَابِ الْمَعِيش


Artinya: "Saya niatkan pernikahan ini untuk mengosongkan hati dari mengatur dan menanggung pekerjaan rumah; dari sibuk memasak, menyapu, menggelar alas, membersihkan perabot, dan menyiapkan sebab-sebab kehidupan lainya."


Keenam

نَوَيْتُ بِهِ مُجَاهَدَةَ النَّفْسِ وَرِيَاضَتَهَا بِالرِّعَايَةِ وَالْوِلَايَةِ وَالْقِيَامِ بِحُقُوقِ الْأَهْلِ وَالصَّبْرِ عَلَى أَخْلَاقِهِنَّ وَاحْتِمَالِ الْأَذَى مِنْهُنَّ وَالسَّعْيِ فِي إِصْلَاحِهِنَّ وَإِرْشَادِهِنَّ إِلَى طَرِيقِ الْخَيْرِ وَالِْاجْتِهَادِ فِي طَلَبِ الْحَلَالِ لَهُنَّ وَالْأَمْرِ بِتَرْبِيَةِ الْأَوْلَادِ وَطَلَبِ الرِّعَايَةِ مِنَ اللهِ عَلَى ذَلِكَ وَالتَّوْفِيقَ لَهُ وَالْاِنْطِرَاحِ بَيْنَ يَدَيْهِ وَالْاِفْتِقَارِ إِلَيْهِ فِي تَحْصِيلِهِ


Artinya: "Aku niatkan pernikahan ini untuk memerangi nafsu dan melatihnya dengan menjaga, memimpin, memenuhi hak-hak keluarga, sabar atas akhlak istri, menanggung derita darinya, mengupayakan memperbaikinya, menunjukkannya menuju jalan yang baik, berusaha keras untuk mencari rizki yang halal untuknya, mendidik anak, meminta perlindungan Allah atas semuanya, meminta petunjuk, dan berupaya di hadapan-Nya, serta menjadi membutuhkan Allah untuh mewujudkannya."


Ketujuh

نَوَيْتُ هَذَا كُلَّهُ للهِ تَعَالَى


Artinya: "Saya meniatkan pernikahan ini seluruhnya karena Allah Ta'ala."


Editor:

Keislaman Terbaru