• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Neraca BMTNU Nasional Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Minggu, 5 Februari 2023

Daerah

Unwaha Kaji Potensi Resesi Global Bersama Pembicara dari Thailand

Unwaha Kaji Potensi Resesi Global Bersama Pembicara dari Thailand
Seminar Internasional diselenggarakan Unwaha Jombang, membahas tentang potensi resesi global, Selasa (10/1/2023) di aula Unwaha. (Foto: Dok. Unwaha)
Seminar Internasional diselenggarakan Unwaha Jombang, membahas tentang potensi resesi global, Selasa (10/1/2023) di aula Unwaha. (Foto: Dok. Unwaha)

NU Online Jombang, 
Sejumlah mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi terlihat antusias mengikuti Seminar Internasional yang dilaksanakan Fakultas Ekonomi Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas Jombang. 


Seminar Internasional dengan tema "The Strategies to Deal with 2023 Global Recession" itu dilaksanakan di aula Unwaha (10/1/2023), diikuti oleh 250 mahasiswa yang sebagaian adalah mahasiswa peraih beasiswa kader NU.


Kegiatan dengan topik ekonomi terkait kesiapan generasi muda Indonesia menghadapi potensi resesi global ini mendatangkan pembicara dari University of The Thai Chamber of Commerce Bangkok Thailand, Jakarin Srimoon yang merupakan salah satu guru besar di Thailand.


Selain Jakarin Srimoon, juga ada pembicara lain, yaitu Ita Rahmawati, pengurus Kyai Abdul Wahab Cahasbullah Foundation (KWF). Dua narasumber itu memberikan berbagai sudut pandang yang beragam. KWF sendiri merupakan lembaga yang bergerak dalam kajian dan pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan nilai dan cita-cita perjuangan KH Abdul Wahab Chasbullah dalam memajukan kemaslahatan masyarakat Indonesia. Termasuk dalam bidang ekonomi, agar tercipta semangat berkarya, berdaya saing di era kemajuan teknologi dan globalisasi.


Ita Rahmawati bersama Jakarin Srimoon bersama-sama saling melengkapi pembahasan tentang strategi dalam menghadapi resesi global.


Dalam paparannya, potensi resesi global memang sangat mungkin dialami oleh semua negara, termasuk Indonesia. Secara perlahan, kata dia, tidak akan terasa, masyarakat di penjuru dunia akan mengalami penurunan daya beli. Untuk itu, harus dipersiapkan sedini mungkin dengan cara memastikan diri memiliki daya beli dalam jangka panjang.


"Misalkan saat ini tidak melakukan konsumsi berlebih, lebih menahan diri dari gempuran promosi namun barang yang dipromosikan tersebut saat ini belum kita butuhkan, hingga mengatur bagaimana agar konsumsi bisa lebih pada kebutuhan produksi, atau diputar kembali," kata Dekan Fakultas Ekonomi Unwaha ini.


Di sisi lain, lanjutnya, potensi resesi di Indonesia tidak terlalu menghawatirkan, karena Indonesia ditopang oleh banyaknya UMKM yang tidak terlalu bersinggungan langsung ketika terjadi resesi di beberapa negara lain.


"Sebagai contoh, saat pandemi Covid-19, Negara Singapura mengalami resesi karena sumber ekonominya bergantung pada sektor makro, namun di Indonesia sebaliknya, meski melemah tapi masih mampu bertahan dan tidak sampai terjadi resesi," jelasnya.


Sementara itu, Jakarin Srimoon mengajak kepada generasi muda agar siap menghadapi perkembangan teknologi dan menjaga relasi yang baik. Menurutnya, pemuda saat ini harus terus banyak membaca, juga banyak aksi. "Jangan hanya membaca tanpa aksi, dan jangan hanya aksi tanpa membaca," ujarnya. 


Ino Angga Putra, Wakil Rektor Bidang Akademik dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini akan selalu dilaksanakan oleh Unwaha sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan, sehingga banyak wacana dari luar kelas yang diperoleh mahasiswa, cikal bakal pemimpin Indonesia. 


"Agar apa yang dicita-citakan Mbah Wahab selaku salah satu muassis NU dalam contoh gerakannya Nahdlatut Tujjar dapat dijadikan salah satu strategi kebangkitan ekonomi Indonesia. Karena remaja saat ini adalah pemimpin masa depan, maka harus kita bekali agar nantinya dapat menjaga Indonesia lebih baik lagi," tuturnya.


Daerah Terbaru