• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Rabu, 24 April 2024

Daerah

Tiga Orang yang Tidak Dapat Mencium Aroma Surga

Tiga Orang yang Tidak Dapat Mencium Aroma Surga
KH Samian saat menyampaikan mauidhoh hasanah dalam acara pelantikan PR IPNU IPPNU se-Kecamatan Gudo di Halaman Gedung MWCNU Gudo, Sabtu (05/08/2023). (Foto: PAC IPNU IPPNU Gudo)
KH Samian saat menyampaikan mauidhoh hasanah dalam acara pelantikan PR IPNU IPPNU se-Kecamatan Gudo di Halaman Gedung MWCNU Gudo, Sabtu (05/08/2023). (Foto: PAC IPNU IPPNU Gudo)

NU Online Jombang,

Pendakwah kondang asal Tambakberas Jombang, KH Mohammad Sami'an menjelaskan tiga orang yang tidak akan mendapatkan atau mencium aroma surga, apalagi memasukinya. 

 

Hal ini ia sampaikan dalam acara pelantikan Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) se-Kecamatan Gudo di Halaman Gedung Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gudo, Sabtu (05/08/2023). 

 

"Orang pertama yang tidak mendapat aroma surga, aromanya saja tidak dapat apalagi memasukinya yaitu orang yang memutuskan silaturahim" kata Kiai Sami'an, sapaan akrabnya. 

 

Kiai Sami'an mencontohkan, ketika bersama pasangan tidak rukun, bersama anak tidak rukun, bersama tetangga tidak rukun. Namun, lanjut dia, IPNU-IPPNU yang hadir pasti berkumpul maka dijamin pasti masuk surga. 

 

Kiai Sami'an melanjutkan, yang kedua, orang yang tidak mendapat aroma surga adalah orang yang pelit. Lawan dari kata pelit adalah dermawan. Maka surga isinya adalah orang-orang yang dermawan. 

 

"Allah menciptakan surga hanya dipersiapkan untuk orang-orang yang dermawan. Allah menciptakan neraka dipersiapkan untuk orang-orang yang pelit," paparnya. 

 

Yang ketiga, orang yang tidak mendapat aroma surga adalah orang yang suka menyakiti hati orang tuanya. Menurut H Sami'an, berbakti kepada orang tua itu lebih baik daripada shalat. 

 

Lebih lanjut, Kiai Sami'an menjelaskan, jika gemar shalat tapi tidak baik kepada orang tua, maka shalatnya tidak diterima oleh Allah. Haji 29 kali pun apabila tidak berbakti kepada orang tua maka tidak ada faedahnya. 

 

"Pesan saya untuk anggota IPNU-IPPNU, mari kita menjadi orang yang rukun, orang yang dermawan dan orang yang berbakti kepada kedua orang tua," pungkasnya. 


Editor:

Daerah Terbaru