• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Kamis, 20 Juni 2024

Daerah

Gus Qoyyum Jelaskan 4 Ayat Al-Qur'an yang Bahas Kematian

Gus Qoyyum Jelaskan 4 Ayat Al-Qur'an yang Bahas Kematian
KH Abdul Qoyyum Manshur dalam Haul ke-4 KH Agus Muhammad Zaki Hadziq. (Foto: Tebuireng Official)
KH Abdul Qoyyum Manshur dalam Haul ke-4 KH Agus Muhammad Zaki Hadziq. (Foto: Tebuireng Official)

NU Online Jombang,
Acara Tahlil dan Doa Memperingati Haul ke- 4 KH Agus Muhammad Zaki Hadziq pada Senin (27/05/2024) yang bertempat di Ponpes Al-Chodidjah Jombang menghadirkan KH Abdul Qoyyum Manshur sebagai penceramah.


Pengasuh Pondok Pesantren  An-Nur, Lasem, Rembang, Jawa Tengah tersebut menjelaskan makna kematian dalam pandangan Islam, sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur’an.


"Banyak ayat di Al-Qur'an yang menerangkan tentang kematian, melalui ayat tersebut kita bisa paham bagaimana kematian dalam pandangan Islam. Ada 4 ayat Al-Qur'an tentang kematian yang akan kita bahas nanti," jelasnya.


Pertama, ayat yang berbunyi:


كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ


Artinya, "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati".


Ia menjelaskan, dalam Al-Qur’an ayat tersebut diulang 3 kali yakni pada surah Ali Imran ayat 185, Al-Ankabut ayat 57 dan Al-Anbiya ayat 35.


“Nabi berkata, ada orang yang saat hidup sehat, mati sehat, masuk kuburan sehat dan masuk surga sehat. Namun ada juga yang meninggal dalam kondisi sakit namun tidak meminta sembuh karena dari sakitnya ini akan menjadikan karomah. Kebanyakan orang sufistik. Seperti Syekh Zakariya An-Anshari,” ujarnya.


Kedua, dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 96 yang menjelaskan bahwa orang yang senang panjang umur itu orang Yahudi. 


وَلَتَجِدَنَّهُمْ اَحْرَصَ النَّاسِ عَلٰى حَيٰوةٍۛ وَمِنَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْاۛ يَوَدُّ اَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ اَلْفَ سَنَةٍۚ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهٖ مِنَ الْعَذَابِ اَنْ يُّعَمَّرَۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا يَعْمَلُوْنَ


Artinya, "Engkau (Nabi Muhammad) sungguh-sungguh akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi) sebagai manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) daripada orang-orang musyrik. Tiap-tiap orang (dari) mereka ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan".


“Mereka (orang Yahudi ) berandai-andai berumur 1000 tahun. Sedangkan orang Muslim targetnya khusnul khotimah, panjang umur dengan amal shaleh dan panjang umur dengan keberkahan,” imbuhnya. 


Gus Qoyyum menambahkan, dalam agama Islam sendiri hal yang efektif untuk memperpanjang umur adalah dengan sedekah. 


Ketiga, dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 79 yang berbunyi:


اَيْنَمَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍۗ


Artinya, "Di mana pun kamu berada, kematian akan mendatangimu, meskipun kamu berada dalam benteng yang kukuh".


“Walaupun panjenengan bersembunyi di gedung-gedung pencakar langit, kalau sudah waktunya meninggal, tidak akan bisa menghindar,” terangnya. 


Ia juga berpendapat, ketika para ulama wafat, khusnul khotimah tertingginya adalah dengan ilmu. 


Keempat, dalam Al-Qur’an surah Yasin ayat 68 yang berbunyi:


وَمَنْ نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى الْخَلْقِۗ اَفَلَا يَعْقِلُوْ


Artinya, "Siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami balik proses penciptaannya (dari kuat menuju lemah). Maka, apakah mereka tidak mengerti?"


“Dalam hal ini termasuk dalam fase lemah dan fase beruban. Tambah umur badannya semakin berkurang (kurus) tapi tidak hanya fisik. Memori, daya ingat, ide, kreatifitas, keinginan semua juga berkurang, kecuali tentang uang. Kanjeng Nabi dawuh, ketika tua yang tidak berkurang adalah bab uang,” tandas Gus Qoyyum.


Daerah Terbaru