• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Rabu, 28 Februari 2024

Daerah

Peringati Wafatnya Kiai Hadziq dan Gus Zaki, RMINU Jatim Gelar Tahlil Virtual

Peringati Wafatnya Kiai Hadziq dan Gus Zaki, RMINU Jatim Gelar Tahlil Virtual
Tahlil virtual memperingati tokoh NU. (Foto: Tangkap layar akun Tebuireng Official)
Tahlil virtual memperingati tokoh NU. (Foto: Tangkap layar akun Tebuireng Official)

NU Jombang Online,
Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdatul Ulama (NU) Jawa Timur melaksanakan tahlil dan doa bersama 40 dan 100 hari wafatnya KH. Hadziq Mahbub dan KH. Agus M. Zakki Hadziq (Gus Zaki). Acara dilaksanakan di Pesantren Al Masruriyyah Tebuireng Jombang, pada kamis malam (8/10).

Pembacaan tahlil dan kalimat thoyyibah dipimpin KH. A. Muslich Abbas, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) Fatchul Ulum Pacet Mojokerto. Acara live streaming zoom dan chanel youtube tebuireng official.

Prof. Abd. A’la, wakil ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, mengungkapkan almarhum KH. Hadziq Mahbub dan KH. Agus M. Zakki Hadziq merupakan penerus kitab-kitab Mbah Hasyim Asy’ari. Kita membutuhkan ulama seperti almarhum sebagai penerus Mbah Hasyim.

“Almarhum selalu berusaha mengoptimalkan media massa untuk kaum milenial. Bagaimana kita menggandeng media massa agar kaum milenial tertarik pada media yang isinya santri dan kepesantrenan. Hal itu warisan yang harus kita kembangkan,” imbuh Prof. Abd. A’la dalam sambutannya.

KH. Abdul Hakim Mahfudz, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng mengungkapkan, musibah besar apabila yang wafat itu seorang ulama. Dunia menjadi kehilangan ilmu. Ada yang lebih besar yaitu orang yang tidak mempersiapkan kematian.

“Ada kisah malaikat maut akan mencabut nyawa nabi Ibrahim as. Saat didatangi malaikat maut, Ibrahim berkata, Hai malaikat maut, apakah ada kekasih yang tega mencabut nyawa orang yang dicintainya? Malaikat maut melaporkan kepada Allah. Kemudian Allah berkata, sampaikan kepada Ibrahim, apakah seorang kekasih tidak rindu bertemu dengan orang yang yang dicintainya? Lalu, malaikat maut mencabut nyawa Ibrahim,” kisah KH. Abdul Hakim Mahfudz memberikan contoh.

KH. Agoes Ali Masyhuri, Rais Syuriah PWNU Jawa Timur yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan password malam ini adalah umur yang digunakan hidup bersama Allah, itulah umur manusia sebenarnya.

“Waktu adalah kehidupan. Jika sebagian waktu kita terbuang percuma, maka hilanglah umur. Dalam surat Al Mulk ayat 2, Alladzi kholaqol mauta wal hayata liyab luwakum ayyukum ahsanu ‘amala. Ahsanu alama, siapakah yang tebaik amalnya. Diartikan sebagai amal yang ikhlas dan benar. Amal yang ikhlas berarti beramal karena Allah, amal yang benar berarti beramal sesuai dengan petunjuk nabi,” jelasnya.

Waktu, kata dia menjadi bermakna jika dikelola menjadi hal-hal yang positif. Selain itu, lanjut dia, waktu akan bermakna bila didasari iman yang kokoh dan ditindak lanjuti dengan aneka kesalehan, serta diperindah dengan saling menasehati.

Kontributor : Suci Arisanti
Editor : Fitriana


Editor:

Daerah Terbaru