• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Rabu, 28 Februari 2024

Daerah

Gus Kikin Kisahkan Perjuangan Mbah Hasyim dalam Mendirikan Pesantren Tebuireng

Gus Kikin Kisahkan Perjuangan Mbah Hasyim dalam Mendirikan Pesantren Tebuireng
Gus Kikin dalam acara kajian tentang sosok Hadratussyekh KH Hasyim Asyari di Pesantren Minggir, Sleman, Yogyakarta pada Sabtu (04/11/2023). (Foto: YouTube Gus Muwafiq Official)
Gus Kikin dalam acara kajian tentang sosok Hadratussyekh KH Hasyim Asyari di Pesantren Minggir, Sleman, Yogyakarta pada Sabtu (04/11/2023). (Foto: YouTube Gus Muwafiq Official)

NU Online Jombang,

Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, KH Abdul Hakim Machfudz menghadiri forum kajian tentang sosok Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari. Forum kajian tersebut digelar di Pesantren Minggir, Sleman, Yogyakarta pada Sabtu (04/11/2023). 

 

Kiai yang akrab disapa Gus Kikin ini menyampaikan tentang kisah perjuangan KH Hasyim Asy'ari dalam mendirikan Pesantren Tebuireng serta berdakwah di daerah Jombang dan sekitarnya.

 

"Mungkin semua orang tahu kalau di sekitar Tebuireng sana ada pabrik gula. Dahulu Mbah Hasyim memang sengaja mendirikan Tebuireng di depan pabrik gula itu, kurang lebih jaraknya hanya 200 meter," kisahnya.

 

Gus Kikin mengkisahkan bahwa lokasi pendirian Tebuireng itu bukan tanpa alasan. Konon pabrik gula tersebut adalah tempat yang seringkali digunakan untuk kemaksiatan.

 

"Saat itu Mbah Hasyim mendirikan Pesantren Tebuireng di sana dengan tujuan untuk menyadarkan para pekerja dan masyarakat sekitar yang sering berbuat maksiat," tuturnya

 

Menurut penuturan Gus Kikin, para santri saat itu tidak boleh tidur atau duduk mepet dengan dinding. Karena, dinding pesantren terbuat dari sesek, hingga banyak senjata dari luar yang ditusukkan ke sesek tersebut dengan tujuan untuk menyurutkan niat dakwah Mbah Hasyim.

 

Dalam kondisi pelik ini, Mbah Hasyim masih berpikir untuk membantu lingkungannya yang saat itu dalam kemiskinan dan kemaksiatan. Setiap Selasa malam, beliau mengajari masyarakat sekitar untuk membuat pengairan di sawah mereka.

 

"Mbah Hasyim itu mentalnya sangat luar biasa, mungkin jika saya yang mendirikan pesantren Tebuireng, saya tidak akan punya nyali untuk membangunnya di daerah kemaksiatan, berhadapan langsung loh ini. Meski beberapa kali dicelakai oleh masyarakat sekitar beliau tetap membantu mereka dan melanjutkan berdakwah," ungkap Gus Kikin. 

 

Kontributor: Umi Kholifah


Daerah Terbaru