• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Kamis, 20 Juni 2024

Daerah

Gus Kikin Jabarkan Pentingnya Miliki Hati yang Lembut

Gus Kikin Jabarkan Pentingnya Miliki Hati yang Lembut
KH Abdul Hakim Mahfudz dalam Wisuda Takhasus dan Bin Nadhor Pondok Pesantren Putra Tebuireng. (Foto: Tebuireng Official)
KH Abdul Hakim Mahfudz dalam Wisuda Takhasus dan Bin Nadhor Pondok Pesantren Putra Tebuireng. (Foto: Tebuireng Official)

NU Online Jombang,
Keutamaan mencari ilmu adalah untuk mendapatkan ridho Allah, dan ridho Allah akan mudah diterima jika memiliki hati yang lembut. Itulah yang disampaikan KH Abdul Hakim Mahfudz ketika memberikan sambutan dalam acara Wisuda Takhasus dan Bin Nadhor Pondok Pesantren Putra Tebuireng, Jombang pada Jumat (24/5/2024).


"Allah tidak melihat paras kalian, juga tidak melihat tubuh kalian, lalu apa yang Allah lihat? yang Allah lihat adalah hati kalian. Jadi, hati itu harus selalu diasah agar menjadi lembut sehingga terbiasa untuk berkomunikasi dengan Allah," terangnya.


Kiai yang akrab disapa Gus Kikin ini juga menyebutkan, di era kemajuan teknologi saat ini jika mencari ilmu hanya fokus untuk mengasah kecerdasan saja, hanya soal waktu manusia akan dikalahkan oleh teknologi kecerdasan buatan.


"Jika kita hanya mengasah kecerdasan, kita akan mudah dikalahkan oleh artificial intelligence atau yang saat ini dikenal dengan nama AI. Namun hati yang lembut tidak akan mampu dikalahkan oleh artificial intelligence dan teknologi apapun," ujarnya.


Lebih lanjut, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ini menjelaskan, cara untuk melembutkan hati adalah dengan memiliki adab yang baik serta mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.


"Dalam berbagai kitab telah dijabarkan bagaimana seharusnya kita berperilaku, bagaimana adab saat belajar, adab terhadap guru, terhadap teman, bahkan terhadap kitab. Dengan menjalankan semua itu, hati kita akan menjadi lembut dan mudah menyerap hal-hal baik," jelasnya.


Dalam sambutannya tersebut, Gus Kikin juga berpesan agar para santri selalu mengamalkan ilmunya. Ia bahkan mengibaratkan santri sebagai bagian rantai keilmuan yang harus terus tersambung dari zaman Rasulullah hingga generasi berikutnya.


"Kalian para santri merupakan salah satu rangkaian dari rantai keilmuan yang terus tersambung hingga ke Rasulullah, jangan sampai rantai itu putus di kalian, maka sambunglah terus rantainya dengan mengamalkan ilmu yang kalian dapatkan kepada generasi sesudah kalian," pesannya.


Editor:

Daerah Terbaru