• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Selasa, 27 Februari 2024

Daerah

HARI SANTRI 2023

Gelar Olimpiade Shorof, MA Salafiyah Syafiiyah Seblak Bekali Murid Lancar Baca Kitab Kuning

Gelar Olimpiade Shorof, MA Salafiyah Syafiiyah Seblak Bekali Murid Lancar Baca Kitab Kuning
Suasana Olimpiade Shorof di Pondok Seblak, Ahad (22/10/2023). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Santri 2023. (Foto: NU Online Jombang/Mukani)
Suasana Olimpiade Shorof di Pondok Seblak, Ahad (22/10/2023). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Santri 2023. (Foto: NU Online Jombang/Mukani)

NU Online Jombang, 
Berbagai acara digelar menyemarakkan peringatan Hari Santri 2023. Tapi yang unik dilakukan Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Syafiiyah Seblak, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Ahad (22/10/2023). 


Madrasah di barat area makam Gus Dur Tebuireng ini menggelar Olimpiade Shorof. Shorof adalah disiplin ilmu khas pesantren yang mengkaji perubahan kata dalam bahasa Arab. Sehingga mutlak dikuasai dulu sebelum mengkaji kitab-kitab kuning. 


“Olimpiade ini yang pertama kali digelar di pondok dan madrasah sini," ujar koordinator panitia Khoirul Huda. Seleksi sudah dilakukan pada pekan sebelumnya. Diikuti oleh seluruh siswa dari semua tingkat. Bentuknya ujian secara tertulis. "Lalu diambil sebanyak 24 siswa yang akan diuji pada hari ini," imbuhnya.


Antusias para santri mengikuti olimpiade ini sangat tinggi. Tidak heran setelah upacara Hari Santri selesai, mereka masuk ke tempat lomba. Lokasinya sederhana. Terdiri dari beberapa ruang belajar. Yang kemudian disulap menjadi ajang perlombaan.


Huda menambahkan, bentuk lomba hari ini adalah tanya jawab. "Semacam cerdas cermat untuk menentukan siapa juaranya," ujarnya. Materi yang diujikan terkait perubahan kata secara etimologi (lughawy). "Termasuk juga nanti secara terminologi atau istilahy," imbuhnya.


Hadiah yang diperebutkan banyak ragamnya. Mulai tropi, piagam penghargaan dan uang pembinaan. "Tapi yang paling terkesan itu sudah bisa lolos 24 finalis, meski belum juara," ujar Dimas Aftakur Rizki, salah satu peserta. 


Hal senada diungkap Asma Fauziyah. Santri asal Kediri ini menuturkan baru pertama kali mengikuti Olimpiade Shorof. "Karena pendiri Pondok Seblak ini kan memang terkenal dengan karyanya dalam ilmu shorof," ujar santri berkacamata ini.


Ditemui usai acara, Kepala MA Seblak Budi Susilo menjelaskan bahwa Olimpiade Shorof salah satu rangkaian peringatan Hari Santri. "Sebelumnya sudah ada kirab dan besok dilanjut dengan musabaqoh hifdzil Qur’an," katanya.


Dirinya mengakui para santri antusias mengikuti Olimpiade Shorof. Ini mungkin karena baru pertama kali digelar. Sehingga bisa menginspirasi pondok-pondok lainnya. "Semoga ke depan lahir para ahli shorof dari Pondok Seblak," pungkasnya. 


Pondok Salafiyah Syafiiyah Seblak didirikan oleh KH M Mashum Ali tahun 1921. Dia ulama hebat dari Gresik dan menantu pertama KH M Hasyim Asyari Tebuireng. Setelah dinikahkan dengan Nyai Khoiriyah.


Kiai Mashum adalah tokoh ilmu shorof di Nusantara. Karyanya di ilmu shorof berjudul Al-Amtsilah al-Tashrifiyah. Hingga sekarang menjadi referensi wajib di pesantren Nusantara. Bahkan juga dijadikan sumber kajian di Masjid Al-Azhar Kairo Mesir.


Pewarta: Mukani


Daerah Terbaru