• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Neraca BMTNU Nasional Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Senin, 5 Desember 2022

Daerah

4 Hal Ini Menunjang Pendidikan Berkualitas

4 Hal Ini Menunjang Pendidikan Berkualitas
Refleksi Hari Guru Nasional yang diselenggarakan Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang di Griya Limasan Resto & Cafe Jombang. (Foto: NU Online Jombang/Siti Ratna Sari)
Refleksi Hari Guru Nasional yang diselenggarakan Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang di Griya Limasan Resto & Cafe Jombang. (Foto: NU Online Jombang/Siti Ratna Sari)

NU Online Jombang, 
Abdul Majid, Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Dasar (PTK SD) Disdikbud Jombang memaparkan, terdapat 13.200 guru di Kabupaten Jombang, mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). 


Dari banyaknya jumlah tenaga pendidik yang ada, merekalah yang akan menentukan masa depan peserta didik pada 5-15 tahun ke depan. Karena itu, perlu disiapkan tenaga pendidik yang istimewa dari sekarang.


"Itulah rencana jangka menengah dan jangka panjang," katanya pada Refleksi Hari Guru Nasional yang diselenggarakan Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang di Griya Limasan Resto & Cafe Jombang, Ahad (28/11/2021).
 

Lebih lanjut, Abdul Majid menegaskan, ada empat hal untuk menunjang pendidikan berkualitas. Pertama, perlunya mempersiapkan Infrastruktur Information and Communication Technology (ICT), perangkat teknologi informasi mulai dari random acces memory (RAM), spesifikasi, dan bandwidth.


Kedua, talenta digital. Hal ini memudahkan transformasi dari pendidik ke peserta didik. Harapannya peserta didik mengalami peningkatan


Ketiga, regulasi yang menunjang, baik regulasi pembelajaran, anggaran, atau sarana prasarana yang perlu disesuaikan di era sekarang. 


"Yang terakhir, spektrum frekuensi. Terkait dengan jaringan, infrastruktur ICT, dan frekuensi ini satu paket," imbuhnya.


Majid menambahkan untuk memudahkan mewujudkan hal itu, pengelola pendidikan perlu sharing dengan sesama tenaga pendidik dan pembinaan Kelompok Kerja Guru (KKG).


"Yang belum familier, agar didampingi, yang tidak punya, difasilitasi," ungkap Majid. 


Seperti halnya pada saat assesment, setiap sekolah diwajibkan untuk mengadakan ujian berbasis digital atau teknologi. Sekolah yang belum memiliki peralatan teknologi diberikan fasilitas digital laptop atau gawai.


"Itulah upaya yang dilakukan untuk memfasilitasi infrastruktur ICT. Alangkah indahnya ketika infrastruktur dipersiapkan bareng talenta digital, itu akan sangat istimewa," pungkasnya.

 

Kontributor: Siti Ratna Sari
Editor: Ahmad 


Daerah Terbaru