• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Minggu, 14 Agustus 2022

Daerah

Gratiskan Biaya Bagi Yatim Piatu, SMKNU 01 Jogoroto Bertekad Cerdaskan Bangsa

Gratiskan Biaya Bagi Yatim Piatu, SMKNU 01 Jogoroto Bertekad Cerdaskan Bangsa
Kepala sekolah SMK NU 01 Jogoroto, Syahrul Munir (Foto : NU Online/Siti Ratna Sari)
Kepala sekolah SMK NU 01 Jogoroto, Syahrul Munir (Foto : NU Online/Siti Ratna Sari)

NU Online Jombang,

Sekolah Menengah Kejuruan Nahdlatul Ulama (SMK NU) 01 Jogoroto memiliki kebijakan khusus bagi anak yatim piatu. Demi mencerdaskan bangsa, anak yatim piatu tetap bisa sekolah tanpa membayar biaya sekolah atau uang gedung. Selain itu, kebijakan potongan biaya sekolah hingga 50 persen juga diberikan kepada para siswa penghafal Al-Qur'an.

 

Sekolah yang telah mencetak 124 alumnus itu ini juga memiliki keunikan tersendiri. Terdapat 4 kelas unggulan dengan jumlah 87 siswa. Keempat kelas unggulan itu baru dimulai pada tahun ajaran baru 2021/2022.

 

Menurut kepala sekolah SMK NU 1 Jogoroto, Syahrul Munir, sekolah ini berusaha untuk menyeimbangkan pendidikan agama dan pendidikan akademik. Karena itu, kurikulum yang digunakan juga menyesuaikan. 

 

Kelas unggulan itu terdiri dari kelas hafidz, kelas profesional kelas kerja dan kelas mandiri. 

 

Kelas hafidz adalah kelas khusus untuk anak pondok pesantren yang mayoritas berasal dari luar jawa. Orang tua mereka, lanjut dia, menginginkan adanya jurusan kesehatan untuk pendidikan formal anaknya.

 

"SMK NU adalah satu-satunya SMK di Kabupaten Jombang yang memiliki kerja sama dengan pesantren untuk membentuk kelas khusus ini. Ya mungkin ada, 1 atau 2 sekolah yang dinaungi pesantren, tetapi tidak ada yang memiliki kelas khusus. Alhamdulilah, di sini ada 27 santri dari Pondok Pesantren Hammatul Qur'an dan Al-Itqon Bendungrejo di kelas hafidz ahli farmasi atau 1a," terangnya.

 

Karena guru SMK NU 01 Jogoroto belum ada yang menjadi penghafal Al-Quran. Karena itu, kelas tersebut memiliki 2 kurikulum. Kurikulum pesantren dan kurikulum dinas.

 

Dia menjelaskan, selain kelas hafidz, ada kelas professional yang ditujukan untuk siswa yang memang ingin melanjutkan ke jenjang kuliah. 

 

"Menjelang 1 abad NU, SMKNU 01 targetkan 6 rombongan belajar (Rombel) pada tahun 2022/2023. Peserta didik akan disarankan untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Yang terbaik akan kami rekrut untuk menjadi guru atau karyawan di SMK NU. Selain itu, kami ingin lulusan kami juga bisa menopang regenerasi kepemimpinan di NU baik itu dalam bidang kesehatan, pendidikan atau yang lain," ungkap pria yang kerap disapa Munir ini.

 

Dalam menyukseskan langkah ini, SMK NU 01 Jogoroto juga melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Darul Ulum (Undar) dan Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) . MoU tersebut berisi perjanjian kerja antara Undar dengan SMK NU untuk membuka jurusan Farmasi di Undar. Sedangkan, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) akan membantu untuk membentuk jurusan kesehatan.

 

Kelas unggulan yang ke tiga adalah kelas kerja. Kelas ini ditujukan bagi siswa yang ingin langsung kerja. Ketiga kelas khusus ini sudah memiliki peminatnya masing-masing. Sementara itu, untuk kelas khusus terakhir, yakni kelas mandiri dimana siswa diharapkan mampu untuk mendirikan usaha sendiri belum mendapatkan peminat. 

 

Munir menambahkan, SMK NU 01 Jogoroto yang berdiri pada 13 Juli 2015 ini memiliki program jam nol. Program tersebut, kata dia, dimulai pukul 06.30 WIB. 

 

"Setiap hari ada jam nol. Namun setiap hari program yang dilakukan berbeda-beda. Hari Senin melaksanakan upacara bendera. Hari Rabu, Istighotsah. Sementara itu, hari Kamis, kami melaksanakan kegiatan Kamis Mengaji (KAJI). Kitab yang dikaji adalah kitab kuning. Sementara hari Ahad, kami biasanya mendatangkan praktisi-praktisi di bidangnya untuk melatih siswa pada bidang-bidang tertentu," terangnya.

 

"Seperti kemarin, ada sosialisasi dari BMTNU mengenai gemar menabung," kata Munir.

 

Sementara itu, keunggulan dari sekolah tersebut yaitu, peserta didik berasal dari kalangan warga Nahdliyin. Satu-satunya SMK swasta yang memiliki jurusan Farmasi Industri.

 

Kontributor : Siti Ratna Sari

Editor : Fitriana


Daerah Terbaru