• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Rabu, 17 Agustus 2022

Bahtsul Masail

Gaji Pensiun Istri yang Kawin Lagi secara Sirri. Ini Pandangan Islam

Gaji Pensiun Istri yang Kawin Lagi secara Sirri. Ini Pandangan Islam

Deskripsi Masalah
Kematian memang tidak bisa diprediksi kapan datangnya, sebagaimana yang dialami oleh Tn. A yang bersatatus PNS. Tn. A meninggal dunia dengan meninggalkan Ny. A. Karena Tn A adalah PNS maka secara otomatis Ny. A berhak atas gaji pensiun Almarhum Tn. A. Sampai suatu ketika Ny. A ini dipinang oleh Tn. B untuk diperistri. Dikarenakan Ny. A  ingin gaji pensiun dari Alm. Tn A tetap bisa menjadi haknya, maka pernikahan Ny. A dengan Tn. B dilakukan dengan sirri.

Pertanyaan

1.       Masih berhakkah Ny. A atas gaji pensiun dari Alm. Tn. A setelah Ny. A menikah dengan Tn. B ?

2.       Kalau tidak berhak bagaimana solusi terhadap gaji pensiun Alm. Tn. A yang  telah dinikmati, apakah wajib menggantinya dan diserahkan kepada siapa?

3.       Apakah status gaji pensiun Alm. Tn A termasuk tirkah?

(As’ilah dari MWC Bandar Kedung Mulyo)

1.       a.    Jawaban sub a

Tidak berhak

Referensi

الباجور الجزء الثانى ص275:

وَاِذَا مَاتَ  أَعْطَى الْاِمَامُ زَوْجَاتِهِمْ وَاَوْلَادِهِمْ حَتَّى يَسْتَغْنَوْا بِزَوَّاجٍ اَوْ كَسْبٍ اَوْ نَحْوِ ذَلِكَ

Terjemah; apabila ada tentara meninggal maka pemerintah memberikan tunjangan untuk memenuhi kebutuhan istri-istrinya dan anak-anaknya sampai merek tercukupi, baik dengan cara menikah lagi, bekerja, atau dengan yang lainya.

 

Referensi lain

UU RI no 11 tahun 1969 pasal 28 ayat 1 tentang Pembatalan Tunangan Janda/Duda Pensiun karena pernikahan

بغية المسترشدين للسيد باعلوي الحضرمي (1/ 186)

وقال ش ق: وَالْحَاصِلُ أَنَّهُ تَجِبُ طَاعَةَ الْإِمَامِ فِيْمَا أَمَرَ بِهِ ظَاهِراً وَبَاطِناً مِمَّا لَيْسَ بِحَرَامٍ أَوْ مَكْرُوْهٍ، فالواجب يتأكد، والمندوب يجب، وكذا المباح إن كان فيه مصلحة

Terjemah; “Imam Syarqowi berkata : kesimpulan wajib mentaati perintah imam secara dlohir dan bathin, kecuali perintah harom atau makruh.”

1.       b.   Jawaban sub b

 Wajib menggantinya dan diserahkan kepada pemerintah

المجموع شرح مهذب ج 7 ص 294

(قوله) لِاَنَّ مَا حَرُمَ اَخْذُهُ لِحَقِّ الْغَيْرِ اِذَا اَخَذَهُ وَجَبَ رَدُّهُ.

Terjemah: sesungguhnya sesuatu yang haram diterima karena hak orang lain, maka wajib dikembalikan.

 

1.       c.    Jawaban sub c

Tidak termasuk tirkah (harta yang bisa diwaris)

التعريفات (ص: 79(

 اَلتِّرْكَةُ فِي اللُّغَةِ مَا يَتْرُكُهُ الشَّخْصُ وَيُبْقِيْهِ وَفِي الْاِصْطِلَاحِ مَا تَرَكَ الْإِنْسَانُ صَافِيًا خَالِيًا عَنْ حَقِّ الْغَيْرِ وَهِيَ الْمَالُ الصَّافِيْ عَنْ أَنْ يَتَعَلَّقَ حَقُّ الْغَيْرِ 2 بِعَيْنِهِوَتِرْكَةُ الْمَيِّتِ مَتْرُوْكُهُ.

 

Terjemah; Harta peninggalan menurut istilah adalah harta yang di tinggalkan oleh mayit, yang sama sekali tidak berkaitan dengan hak orang lain.


HASIL RUMUSAN AS’ILAH BAHTSUL MASA’IL KE V
LBM NU CAB. JOMBANG
Ahad, 1 Desember 2013 M / 27 Muharram 1435 H
Di MWC NU Jombang


Editor:

Bahtsul Masail Terbaru