• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Selasa, 28 Mei 2024

Amaliyah NU

Selain Puasa, Berikut Amalan dan Dzikir yang Dianjurkan pada 10 Muharram

Selain Puasa, Berikut Amalan dan Dzikir yang Dianjurkan pada 10 Muharram
Ilustrasi sebuah masjid, salah satu tempat umat Islam berdzikir. (Foto: Freepik)
Ilustrasi sebuah masjid, salah satu tempat umat Islam berdzikir. (Foto: Freepik)

Puasa adalah salah satu amalan yang disunnahkan dilakukan pada 10 Muharram atau yang biasa disebut hari Asyura. Semula, para ulama berpendapat bahwa puasa Asyura itu hukumnya wajib sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan pada tahun kedua hijriah. Namun, setelah puasa Ramadhan diwajibkan, puasa ini menjadi puasa sunah 'muakkad' (sangat dianjurkan). Dan inilah pendapat kebanyakan ulama.


Puasa pada 10 Muharram termasuk puasa yang sangat dianjurkan oleh agama Islam. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah saw yang artinya:

 

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulannya Allah, Muharram” (HR Muslim).


Di antara keutamaan puasa ini ialah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu. Sebagaimana hadits riwayat Muslim. 


عَنْ أَبي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيامِ يَوْمِ عَاشُوراءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ. (رواه مسلم)


Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah saw bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: ‘Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat’.” (HR Muslim).


Pada riwayat yang lain, dari sahabat Abu Qatadah, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda yang artinya, “Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar Ia mengampuni dosa setahun yang lalu” (HR at-Tirmidzi).


Para ulama menyebutkan bahwa maksud penghapusan dosa yang disebut dalam hadits keutamaan puasa 10 Muharram adalah dosa-dosa kecil, bukan dosa-dosa besar. Tetapi, apabila tidak memiliki dosa kecil, maka diharapkan adanya keringanan dari dosa-dosa besar. Jika tidak, maka diangkat derajatnya


Di samping puasa sunnah, ada beberapa amalan lain yang dapat dilakukan pada bulan Muharram secara umum. Tidak spesifik pada tanggal-tanggal tertentu. 10 Muharram sudah barang tentu termasuk di dalamnya. Syekh Abdul Hamid dalam kitabnya Kanzun Naja was Surur Fi Ad'iyyati Tasyrahus Shudur menyebutkan sejumlah amalan yang hendaknya dilakukan pada bulan Muharram dalam sebuah nazam, sebagai berikut:
 

فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ

صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ

وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ


Artinya, "Ada sepuluh amalan di dalam bulan ‘asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah, shalat lah, sambung silaturrahim, ziarah orang alim, menjengk orang sakit dan celak mata. Usaplah kepala anak yatim, bersedekah, dan mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca surat al-Ikhlas 1000 kali".


Secara detail nazam ini menyebutkan setidaknya ada 12 amalan yang dapat dikerjakan pada bulan Muharram, yakni:

  1. Melakukan shalat
  2. Berpuasa
  3. Menyambung silaturahim
  4. Bersedekah
  5. Mandi
  6. Memakai celak mata
  7. Berziarah kepada ulama (baik yang hidup maupun yang meninggal)
  8. Menjenguk orang sakit
  9. Menambah nafkah keluarga
  10. Memotong kuku
  11. Mengusap kepala anak yatim
  12. Membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali.


Dzikir 10 Muharram

Bulan Muharram merupakan salah satu dari Asyhurul Hurum (bulan-bulan yang dimuliakan) oleh Allah SWT yang berjumlah empat, yaitu: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Karena ini pula, Islam menganjurkan untuk meningkatkan kebaikan-kebaikan atau amalan. Di antaranya adalah puasa Sunnah, 9 Muharram, 10 Muharram, dan 11 Muharram. Atau bahkan sebulan penuh.


Dalam sejarah Islam, khusus pada 10 Muharram, ada sejumlah peristiwa penting yang meliputinya. Di antaranya adalah saat Nabi Adam 'alaihissalam bertobat kepada Allah dari dosa-dosanya dan tobat tersebut diterima oleh-Nya. Untuk itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir dan istighfar pada hari Asyura atau 10 Muharram. Salah satunya seperti yang dianjurkan oleh Imam Al-Ajhuri, beliau mengatakan, “Barang siapa yang membaca pada hari Asyura:


حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلِ نِعْمَ المَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ


Sebanyak 70 kali, niscaya Allah akan menjaganya dari keburukan tahun tersebut.


Sebagai umat Nabi Muhammad saw, sudah sepantasnya selalu berdoa meminta ampunan kepada Allah swt. Karena Rasulullah saw sendiri yang dosa-dosanya telah diampuni oleh Allah swt tak kurang dari 70 kali beliau meminta ampun kepada Allah setiap harinya, seperti yang diriwayatkan Imam al-Bukhari. Karena itu, 10 Muharram adalah kesempatan yang paling baik bagi umatnya untuk memperbanyak dzikir dan istighfar kepada Allah swt. 


Berikut beberapa dzikir yang juga dianjurkan untuk dibaca pada 10 Muharram. 

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ ١٠٠


اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ  ١٠٠


أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ  ١٠٠


رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ  ١٠٠


حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلِ  ٤٥٠


حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلِ نِعْمَ المَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ  ٧٠


رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ  ١٠٠٠

 

*Diolah dari beberapa artikel di NU Online. Di antaranya dari tulisan berjudul "Puasa Asyura: Sejarah, Peristiwa Penting, dan Dzikir-dzikir yang Dianjurkan"


Editor:

Amaliyah NU Terbaru