• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Rabu, 28 Februari 2024

Daerah

Pemdes dan Banom NU Pandanwangi Peringati Puncak 1 Muharram dengan Santuni Anak Yatim

Pemdes dan Banom NU Pandanwangi Peringati Puncak 1 Muharram dengan Santuni Anak Yatim
Santunan anak yatim peringatan muharram (Foto: NU Online Jombang/Achmad Subakti)
Santunan anak yatim peringatan muharram (Foto: NU Online Jombang/Achmad Subakti)

NU Online Jombang,

Pemerintah Desa (Pemdes) bersama masyarakat dan badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek peringati 1 Muharram dengan berbagai kegiatan. Puncaknya ialah pengajian umum dan santunan anak yatim yang digelar di Lapangan Desa Pandanwangi pada Jum'at (05/08/2022) malam.

 

Terlihat loreng hijau khas Barisan Ansor Serbaguna (Banser) memenuhi setiap sudut lokasi sembari berjaga mengamankan area yang berdekatan dengan jalan raya. Selain itu, terlihat batik hijau khas Pelajar NU menempati pos-pos pintu masuk melayani setiap jamaah yang memasuki lokasi. 

 

Ketua Panitia, Riyadin menjelaskan, kegiatan semacam ini rutin dijalankan oleh masyarakat Pandanwangi setiap memasuki tahun baru hijriah. Untuk tahun ini, rangkaian kegiatan 1 Muharram diawali dengan kirab budaya yang dilaksanakan pada Ahad (31/07/2022) lalu.

 

"Kirab budaya kemarin ada 6 grup yang tampil, keliling ke seluruh Desa Pandanwangi," ucapnya. 

 

Riyadin melanjutkan, kegiatan ditutup dengan pengajian umum dan santunan anak yatim. Dalam hal ini, pihaknya berkolaborasi dengan beberapa banom NU dan Majelis Al-Istiqomah. 

 

"Al-Istiqomah sendiri merupakan suatu perkumpulan masyarakat Pandanwangi yang melaksanakan rutinan pengajian setiap Jum'at malam," jelasnya.

 

Ia menambahkan, santunan untuk anak yatim jumlahnya ada 36 dari seluruh dusun di Pandanwangi. Kriterianya adalah mereka merupakan kelahiran sejak tahun 2009. 

 

"Kira-kira usia mereka adalah usia SD masuk SMP. Mungkin tahun depan kita bisa tingkatkan dengan menaikkan usia kelahirannya," katanya kepada NU Online Jombang.

 

Pria yang juga guru olahraga di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) ini berharap dengan adanya kegiatan ini, seluruh masyarakat desa Pandanwangi bisa melaksanakan amalan ajaran ahlussunah wal jamaah. 

 

"Semoga ke depan, tidak ada lagi anak-anak yatim yang terlantar. Selain itu, nanti setelah santunan anak yatim, ada juga penyantunan kaum dhuafa. Setiap tahun setelah rangkaian acara, kita menyantuni dhuafa berupa sembako," pungkasnya.


Daerah Terbaru