Home Warta Daerah Laporan Keuangan Bahtsul Masail Nasional Pengurus BMT NU Fiqih Opini Keislaman Amaliyah NU Khutbah Ekonomi Nyantri BMT NU

Penting Merawat Iman, Ini Caranya

Penting Merawat Iman, Ini Caranya

Saat ngaji dalam lailatul ijtima Ranting NU Candimulyo edisi 79 di Musala Albarokah, Candi, Kamis (27/6/2019), Wakil Rois Syuriah PCNU Jombang, KH M Soleh menjelaskan nasehat sahabat Usman bin Affan. "Hendaknya seorang mukmin memiliki takut terhadap 6 perkara," tuturnya.

Pertama, takut kepada Allah apabila Dia mencabut iman dari dirinya. Kiai Soleh cerita, dulu ada orang beli PSK di Babat. Lalu orang itu mati saat sedang diatasnya. "Kita harus selalu khawatir akan datangnya kematian," ungkapnya.

Agar tetap iman, dalam kitab Fasolatan Kiai Arwani Kudus kita dianjurkan agar dalam salat, sebelum salam, membaca doa. Ya muqollibal qulub sabbit qolbi ala dinik wa ala imanik.

Ya Allah yang membolak balik hati, tetapkanlah hati kami dalam iman dan Islam.

Saat ngaji ihya, Pengasuh PP Sunan Ampel KH Taufiqurahman Muchid dawuh, ngaji itu merawat iman agar tumbuh semakin besar. Sedangkan salawat menyirami iman agar semakin subur.

Kedua, takut kepada malaikat pencatat amal, apabila mereka mencatat amal yang sangat memalukan untuk dibeberkan di hari kiamat.

Makanya Nabi berpesan, orang yang beriman pada Allah dan hari akhir hendaknya bicara yang baik atau diam.

KH Cholil Dahlan PP Darul Ulum Rejoso dawuh, warga toriqoh dibimbing zikir dengan lidah ditekuk agar menjaga mulut.

Kata Kiai Anwar Zahid, bibir wanita merah itu seperti lampu stopan.

 Merah berarti mengingatkan wayahe diam, mandeg, stop


Ketiga, takut kepada setan, manakala merusak pahala amal salehnya. Makanya setiap saat kita dianjurkan membaca ta awud. Bahkan dalam salat, sebelum baca fatihah, kita dianjurkan baca ta wud secara siri.

Keempat, takut kepada malaikat Izrail, jika mencabut nyawanya dalam keadaan lalai kepada Allah.

Agar mati apik, dalam Wasiyatul Mustofa, Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa salam berpesan agar kita tiap hari baca doa; Allahumma barikli fil mauti wafima bakdal maut.

Kelima, takut kepada dunia dan kenikmatannya manakala akan memperdaya dan menyibukan dari mengingat akhirat.

Makanya sahabat Umar mengajarkan doa. Ya Allah jadikan dunia dalam genggaman tanganku. Namun tidak dalam hatiku. Karena hati adalah rumah Allah.


Keenam, takut terhadap keluarga manakala urusan mereka akan menyibukkan sehingga melupakan ketaatan kepada Allah.

Nabi Ibrahim mengajarkan doa untuk keluarga dan anak yang diabadikan dalam Quran diatas.

Mugi Allah paring manfaat. (Rojif/Syamsul Arifin) 

Amaliyah NU Lainnya

terpopuler

rekomendasi