• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Selasa, 5 Juli 2022

Warta

Ini Kiat Orang Tua Memilih Pondok Pesantren yang Benar

Ini Kiat Orang Tua Memilih Pondok Pesantren yang Benar
Ilustrasi Pondok Pesantren (Foto : NU online)
Ilustrasi Pondok Pesantren (Foto : NU online)

NU Online Jombang,

Melansir data dari ditpdpontren.kemenag.go.id,  jumlah pondok pesantren di Indonesia saat ini mencapai 27.722 dengan jumlah santri mencapai 4.175.531. Menjamurnya pondok pesantren tentu membuat orang tua harus lebih selektif memilih pondok pesantren. Salah satu kiatnya adalah dengan mengetahui latar belakang Kiainya.

 

"Kalau mau mondok itu harus tahu kiainya siapa. Sosok kiainya itu berafiliasi dengan organisasi keagamaan yang mana?  Jaringan keilmuannya seperti apa? Bagaimana lulusan dari pondok pesantren tersebut dan sebagainya," ujar Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, KH M Wafiyul Ahdi.

 

Pria yang akrab disapa Gus Wafi ini menambahkan, orang tua harus selektif dan menyelidiki latar belakang pondok pesantren dengan terlebih dulu mengetahui latar belakang pengasuh pondok pesantren yang dituju.

 

Sementara itu, menurut  Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan, KH M Za'imuddin As'ad masyarakat diimbau untuk memilih Pondok Pesantren yang membuka akses bagi lembaga pemegang otoritas pendidikan.

 

"Setahu saya, kasus-kasus seperti itu biasanya terjadi di pesantren yang tertutup," imbuhnya.

 

Pria yang akrab disapa Gus Zu'em ini menambahkan, dengan kasus kekerasan seksual yang sudah terjadi, perlu adanya peningkatan kapasitas ibu Nyai atau ustadzah untuk lebih berperan dalam proses pendidikan di Pondok Pesantren putri. 

 

"Peningkatan kapasitas Bu Nyai dan Ustadzah di Pondok Pesantren Putri akan meminimalisir interaksi lawan jenis di lingkungan Pondok Pesantren. Sehingga, hal tersebut akan sangat bermanfaat bagi terciptanya suasana pembelajaran santriwati yang kondusif," paparnya.

 

Selain itu, lanjut Gus Zu'em, Pesantren juga harus mengizinkan santriwati berorganisasi. Baik itu di internal Pesantren maupun eksternal Pesantren. 

 

"Dengan mengikuti organisasi seperti Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), santriwati akan lebih memiliki keberanian untuk bersuara secara kolektif ketika menghadapi sesuatu yang menyimpang dari nilai keislaman," tuturnya.

 

Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, Ahmad Samsul Rijal menegaskan, orang tua tidak boleh buru-buru memilih Pondok Pesantren. Perlu menelisik lebih dalam untuk mengetahui kualitas Pondok Pesantren sebelum mereka percaya untuk menitipkan putra-putri mereka kepada Pengasuh Pondok.

 

"Wali santri jangan tergiur dengan publikasi yang samar tentang Pondok Pesantren, apalagi hanya boarding school yang dikemas dengan nama pondok pesantren," ungkap Ahmad Samsul Rijal.

 

Kontributor : Siti Ratna Sari
Editor : Fitriana


Warta Terbaru