• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Jumat, 31 Mei 2024

Nasional

PBNU Perkirakan Idul Fitri 1445 H Jatuh Pada Rabu 10 April 2024

PBNU Perkirakan Idul Fitri 1445 H Jatuh Pada Rabu 10 April 2024
Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. (Foto: NU Online)
Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. (Foto: NU Online)

NU Online Jombang,
Bulan suci Ramadhan 1445 H akan berakhir dalam hitungan hari. Umat Muslim sedunia tengah bersiap menyambut datangnya 1 Syawal. Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menyampaikan perhitungannya terkait awal bulan Syawal 1445 H/2024 M.


Perhitungan data Lembaga Falakiyah PBNU memprediksi 1 Syawal 1445 H jatuh pada hari Rabu Pahing (10/9/2024). Prediksi ini berdasarkan hasil perhitungan falakiyah atau astronomi yang telah tercantum dalam almanak resmi PBNU.


Dilansir dari NU Online, Kiai Sirril angkat bicara terkait 1 Syawal 1445 H yang diprediksi jatuh pada hari Rabu (10/4/2024). “Menurut hasil perhitungan falakiyah LF PBNU dan sebagaimana tertera dalam almanak resminya, tanggal 1 Syawal 1445 H bertepatan pada hari Rabu Pahing, 10 April 2024,” tuturnya.


Ia menjelaskan, mekanisme penentuan awal bulan syar'iyyah oleh PBNU tak hanya dilakukan dengan perhitungan atau hisab saja melainkan rukyatul hilal juga. Jika hisab adalah upaya prediktif, maka rukyatul hilal merupakan upaya verifikasinya untuk melengkapi persyaratan ilmiah dalam konteks saintifik dan syar'iyyah dalam konteks keagamaan.


“Meskipun LF PBNU telah melakukan perhitungan atau hisab untuk tahun berapa pun yang diinginkan, itu baru tahap prediksi saintifik dan belum memenuhi persyaratan syar'iyyah sebagaimana dikehendaki oleh nash (Al-Qur'an dan as-Sunnah atau hadits),” papar Kiai Sirril.


Ia juga menegaskan, LF PBNU akan tetap menunggu keputusan dari Sidang Isbat Pemerintah dan hasil Ikhbar yang dikeluarkan oleh PBNU. Dalam proses ini melibatkan penerimaan laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pantau hilal di seluruh Indonesia yang dikoordinasi oleh LF PBNU.


“Selain Sidang Isbat oleh pemerintah, di internal NU sendiri akan dilakukan Ikhbar PBNU oleh petinggi NU yang nantinya ditandatangani oleh Rais Aam Syuriyah dan Ketua Umum PBNU. Tentu setelah menerima laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pantau hilal di seluruh Indonesia,” jelasnya.


Kiai Sirril menambahkan, tujuan Sidang Isbat Pemerintah yang digelar oleh Kementerian Agama RI ialah untuk mengurangi perbedaan dan menyatukan sikap kebersamaan di antara elemen masyarakat dalam menentukan awal bulan Syawal.


Editor:

Nasional Terbaru