Home Warta Nasional Fiqih Daerah Bahtsul Masail Opini Keislaman Amaliyah NU Khutbah Humor Ekonomi Lainnya Buku/Resensi Video Nyantri MWC Ranting NU Pengurus

Muktamar Ke-34 Digelar Luring, Daring, atau Hybrid? Begini Kata Ketum PBNU

Muktamar Ke-34 Digelar Luring, Daring, atau Hybrid? Begini Kata Ketum PBNU
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj saat ziarah ke makam KH Bisri Syansuri Denanyar, Jombang. (Foto: NU Online Jombang/Karimatul Maslahah)
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj saat ziarah ke makam KH Bisri Syansuri Denanyar, Jombang. (Foto: NU Online Jombang/Karimatul Maslahah)

NU Online Jombang, 
Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) diputuskan digelar pada 23-25 Desember 2021 di Lampung. Keputusan ini disepakati saat Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar NU September lalu. Bila dihitung sejak berita diterbitkan, maka forum musyawarah tertinggi NU itu tersisa 77 hari.

 

Waktu yang cukup singkat untuk forum besar sekelas Muktamar digunakan menyiapkan segala kebutuhannya. Muktamar sedianya digelar 5 (lima) tahun sekali, tapi kali ini terpaksa mundur kurang lebih setahun karena faktor pandemi Covid-19. Muktamar ke-33 digelar bulan Agustus 2015 lalu.

 

Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menegaskan, segala persiapan Muktamar terus dimatangkan oleh panitia sampai saat ini.

 

"Insyaallah panitia sudah siap," katanya kepada wartawan usai ziarah ke makam pendiri NU di Jombang, KH Bisri Syansuri, Kamis (7/10/2021) kemarin.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini menambahkan, waktu pelaksanaan Muktamar memang sudah sangat dekat. Kendati demikian, ia menegaskan panitia berupaya sekuat tenaga menyukseskan Muktamar NU dengan maksimal.

 

Persiapan Muktamar tidak dimulai sejak ada keputusan pada forum Munas-Konbes NU 2021. Namun, panitia sudah menyiapkannya sejak satu tahun yang lalu sebelum pelaksanaan Muktamar diputuskan ditunda. Bahkan penggalangan dana melalui koin Muktamar sempat dilakukan 2019-2020 lalu. Kala itu cukup masif dilakukan di berbagai titik. 

 

"Panitia sudah siap, sudah satu tahun persiapan," jelas kiai asal Cirebon itu.

 

Terkait teknis pelaksanaan Muktamar NU, Kiai Said Aqil belum bisa memastikan. Sampai saat ini masih menunggu informasi lebih lanjut dari Satgas Covid-19. Bisa jadi dilakukan secara offline bila memang memungkinkan, tapi bisa juga dikonsep dengan hybrid, prinsipnya Muktamar NU dapat diselenggarakan dengan lancar.

 

"Kalau Satgas Covid-19 mengizinkan, ya luring. Kalau nggak, ya hybrid," pungkasnya.

 

Kontributor: Annisa Rahma Nur Listia
Editor: Ahmad

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

Warta