• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Minggu, 3 Juli 2022

Nasional

Gus Yahya Ajak berbagai Kalangan Bangun Gerakan 'Menghidupkan' Gus Dur

Gus Yahya Ajak berbagai Kalangan Bangun Gerakan 'Menghidupkan' Gus Dur
Gus Yahya. (Foto: Tangkapan layar)
Gus Yahya. (Foto: Tangkapan layar)

NU Online Jombang, 
Ketua Umum Terpilih Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf mengajak seluruh masyarakat dan umat untuk membangun gerakan menghidupkan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. 


Pria yang akrab di sapa Gus Yahya ini menyerukan hal tersebut dalam acara Haul ke-12 Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (30/12/2021).


Gus Yahya menyebut, hingga detik ini banyak masyarakat yang merindukan Gus Dur karena masih merasakan kebutuhan akan kehadiran presiden ke-4 RI ini. 


Gus Yahya mengungkapkan, perasaan rindu kepada Gus Dur terus melanda karena membutuhkan kehadirannya di tengah berbagai masalah. Menurutnya, saat ini banyak kesulitan yang melingkupi dan merundung kemanusiaan.


"Alangkah sedikit yang tampil dengan kecerdasan untuk menawarkan jalan keluar seperti Gus Dur di tengah mendung moral yang menggeluti dunia sekitar kita, alangkah sedikit yang hadir manusia dengan kejujuran penuh seperti Gus Dur di tengah-tengah banyak ketidakpastian masa depan," ungkapnya.


Ia menyampaikan semua mengenal Gus Dur. Namun, Gus Yahya mengatakan tidak ada lagi seorang manusia yang bisa menggantikan Gus Dur


"Kita menghabiskan semua belajar kita untuk belajar tentang Gus Dur kita tahu apa yang ada bahwa Gus Dur adalah idealisme, visi Gus Dur adalah idealisme kemanusiaan, inklusif kemanusiaan universal," imbuhnya.


Untuk itu, lanjut Gus Yahya, sebagai manusia harus berpihak kepada seluruh manusia tanpa kecuali, termasuk latar belakang apa pun seperti yang dicontohkan Gus Dur.


"Yakni bergerak mengupayakan transformasi realitas masyarakat seluas-luasnya menuju kualitas kehidupan yang lebih baik," katanya.


Selain itu, menurutnya juga masih sedikit yang mampu tampil dengan gerakan-gerakan profetik seperti Gus Dur di tengah begitu banyak ketidakpastian di masa depan.


"Rasanya, tidak ada lagi hari ini seorang manusia yang bisa berperan menggantikan Gus Dur," lanjutnya.


Meski demikian, Gus Yahya meyakini, masih ada peluang untuk menghadirkan kembali apa yang dulu pernah dihadirkan oleh Gus Dur, asalkan hal itu diupayakan secara bersama-sama.


Kontributor: Karimatul Maslahah
Editor: Ahmad 


Nasional Terbaru