• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Neraca BMTNU Nasional Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Senin, 5 Desember 2022

Nasional

Gus Abe Beberkan Topik Muspimnas, dari Kaderisasi hingga Kontekstualisasi Paradigma Organisasi

Gus Abe Beberkan Topik Muspimnas, dari Kaderisasi hingga Kontekstualisasi Paradigma Organisasi
Ketua Umum PB PMII Muhammad Abdullah Syukri saat menyampaikan sambutannya pada Musmpimnas PMII, Kamis (17/11/2022) di UIN Satu Tulungagung. (Foto: Tangkapan layar youtube)
Ketua Umum PB PMII Muhammad Abdullah Syukri saat menyampaikan sambutannya pada Musmpimnas PMII, Kamis (17/11/2022) di UIN Satu Tulungagung. (Foto: Tangkapan layar youtube)

NU Online Jombang, 
Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, digelar sejak Kamis (17/11/2022) hingga Kamis (24/11/2022) mendatang. Apapun tema yang diusung, yakni "Transformasi Organisasi, Membangun Peradaban Baru Nusantara".


Ketua Umum PB PMII Muhammad Abdullah Syukri dalam sambutannya menyampaikan, pada Musmpimnas PMII kali ini akan merumuskan peraturan-peraturan organisasi yang menjadi turunan dari AD/ART. Termasuk akan membahas tentang kaderisasi dan penataan organisasi.


"Kita juga akan mengulas tentang apa yang dialami oleh PMII pada setiap dekade. Misalnya pada tahun 60-an PMII pertama kali didirikan, saat itu situasinya adalah peralihan dari Orde Lama kepada Orde Baru. dilanjutkan pada tahun 70-an hingga 80-an, saat itu sedang menguatnya Orde Baru. Kemudian di era 90-an saat itu menjelang era reformasi hampir semua mahasiswa turun ke jalan dipimpin oleh sahabat Abdul Muhaimin Iskandar. Itu adalah salah satu momentum pencapaian terbesar organisasi kita bagaimana kemudian PMII menjadi salah satu organisasi yang mengantar negara kita kepada pintu reformasi," jelasnya. 


Gus Abe, sapaannya melanjutkan, kemudian beralih pada tahun 2000-an situasi saat itu adalah transisi demokrasi yang terbiasa serba tertutup menjadi terbuka. Apa yang dirumuskan oleh PMII pada hari ini tentu harus berbeda cara meresponsnya dengan situasi pada tahun-tahun sebelumnya. 


Pada tahun ini, yang dihadapi di antaranya adalah revolusi industri, ancaman krisis pangan, ancaman kepada perdamaian dunia, perubahan iklim, bonus demografi, perkembangan, dan percepatan teknologi.


"Untuk itu, saya berharap adanya formulasi kaderisasi. Dan nanti kita juga akan membahas paradigma PMII yang akan kita kontekstualisasikan ulang. Karena itu sudah ditulis sekitar 20 sampai 30 yang lalu sehingga dunia aktivis pada hari ini tidak terjebak romantisme pada gerakan-gerakan yang sudah lalu, tetapi kita tentunya tidak menghilangkan identitas sebagai kader pergerakan," ujarnya.


Gus Abe memaparkan, kader PMII dididik dengan tiga keilmuan. Yang pertama dididik sebagai pemimpin. Kedua, dididik sebagai seorang kader yang ideologis, yakni selesai secara keislaman dan selesai secara kebangsaan. Ketiga, kader PMII dididik untuk menjawab perkembangan zaman. 


"Jadi, kita harus memiliki skill dan profesi-profesi yang spesifik sehingga kita bisa menjadi kader PMII yang paripurna. Semoga kita bisa menjawab dan membahas itu dalam Muspimnas PMII kali ini. Oleh karenanya, saya sudah menginstruksikan kepada seluruh rayon, komisariat dan cabang untuk menyampaikan gagasannya masing-masing," harapnya.


Nasional Terbaru