• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Rabu, 29 Juni 2022

Mitra

Panen, Beras Sehat CV NU Mandiri Jombang Siap Dikirim Pertengahan Maret Ini

Panen, Beras Sehat CV NU Mandiri Jombang Siap Dikirim Pertengahan Maret Ini
Proses panen padi di sawah garapan CV NU Mandiri Jombang. (Foto: Dok NU Online Jombang)
Proses panen padi di sawah garapan CV NU Mandiri Jombang. (Foto: Dok NU Online Jombang)

NU Online Jombang, 
Warga Nahdlatul Ulama (NU) atau Nahdliyin di Kabupaten Jombang khususnya akan kembali menerima beras sehat dari CV NU Mandiri. Di pertengahan bulan Maret ini, pengelola CV NU Mandiri sudah memastikan akan mengirimkan beras sehat, baik kepada Nahdliyin sendiri maupun lembaga yang sebelumnya sudah bersepakat bekerja sama.


Kepastian ini dikemukakan oleh salah seorang pengelola CV NU Mandiri, Lukman Hakim. Pria yang dipercaya di bagian lapangan ini menyampaikan bahwa CV NU Mandiri sudah memanen padi di tiga titik yang menjadi garapannya. Yakni, di kawasan Desa Watugaluh, Pundong, dan Grogol. Ketiganya berada di Kecamatan Diwek.


"Gabah yang dihasilkan dari tiga titik itu sebanyak 8 ton lebih. Bulan Maret ini, kira-kira di pertengahan nanti kita sudah bisa mengirim beras sehat," katanya, Kamis (10/3/2022) di sela-sela mendampingi para petani yang sedang panen padi di sawah kawasan Watugaluh.


Semua hasil panen tersebut, sebelumnya menggunakan pupuk organik cair (POC) yang diproduksi CV NU Mandiri. Para petani yang didampingi CV NU Mandiri sampai saat ini berkomitmen menggunakan POC buatan CV yang digerakkan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Jombang itu. Pasalnya ada keunggulan tersendiri dibandingkan dengan menggunakan pupuk kimia.


"Semuanya menggunakan POC CV NU Mandiri. Alhamdulillah," jelas ketua Pengurus Cabang (PC) LPPNU Jombang itu.
 

Sementara luas sawahnya, Lukman menyampaikan sekitar 1,3 hektare. Luasan itu belum keseluruhan. Karena sawah petani binaan CV NU Mandiri di Kecamatan Diwek sendiri ada sekitar 4 hektare. "Yang lain belum waktunya panen," ujar pria yang kerap dipanggil Sempok ini.


Ia menyampaikan, hari ini, Jumat (11/3/2022) mulai masuk mesin penggiling atau selep di kawasan Kediri. CV NU Mandiri belum memiliki alat penggiling padi sendiri yang praktis dan memuat kapasitas yang besar. 


Proses pengeringan dan pecah kulit hingga proses pengemasan diperkirakan membutuhkan waktu 4 sampai 5 hari. Karenanya, di pertengahan Maret ini, dirinya sudah bisa mengirim beras kepada para konsumen, baik dalam kuantitas kecil maupun dalam skala besar.


Lebih jauh, Direktur CV NU Mandiri Sugiarto menjelaskan, 8 ton lebih gabah yang dikirim ke Kediri, tidak semuanya dijadikan beras. Komposisinya, kurang lebih 2 ton gabah digiling menjadi beras, sisanya, yang masih berupa gabah langsung dijual.


"Karena kita masih menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Tentu ini masih dinamis. Ke depan bisa jadi lebih dari itu. Prinsipnya kita melayani Nahdliyin menyesuaikan dengan situasi dan kondisi," terangnya.


Editor:

Mitra Terbaru