Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Fiqih Opini Keislaman Khutbah Mitra

Berkunjung ke PCNU Jombang, Pengurus NU Sragen Belajar Pengelolaan BMTNU

Berkunjung ke PCNU Jombang, Pengurus NU Sragen Belajar Pengelolaan BMTNU
PCNU Jombang Terima Tamu dari Sragen, Belajar Teknis Pengelolaan BMTNU. (Foto: Dok BMTNU Jombang)
PCNU Jombang Terima Tamu dari Sragen, Belajar Teknis Pengelolaan BMTNU. (Foto: Dok BMTNU Jombang)

NU Online Jombang, 
Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang dan pengelola Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) setempat menerima tamu dari PCNU dan penggerak lembaga perekonomian Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (1/12/2021). Pertemuan dipusatkan di aula kantor PCNU Jombang.


Katib PCNU Jombang, Ahmad Samsul Rijal menyampaikan, PCNU Sragen secara khusus belajar tentang pengelolaan BMTNU Jombang. Demikian itu menunjukkan bahwa BMTNU di Kota Santri ini kian menjadi perhatian banyak pihak untuk kemudian dijadikan percontohan.


"Alhamdulillah, KSPPS BMT NU Kabupaten Jombang sudah go publik. Setidaknya dikenal meluas secara nasional di lingkungan NU, hingga PCNU Kabupaten Sragen merasa perlu silaturahim untuk mempelajari, mendalami hingga memastikan efektivitasnya," ujarnya.

 


Ia menegaskan, Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMTNU Jombang didirikan sebagaimana doktrin muassis NU melalui Nahdlatut Tujjar 1916 silam, bahwa dibentuk dengan posisi sebagai badan otonom berbasis Nahdliyin yang didirikan di masing-masing kabupaten atau kota.


"Sehingga, lingkup dan kinerjanya terkontrol sepenuhnya dalam tanggung jawab para kiai atau ustadz melalui Nahdlatul Ulama tingkat cabang," jelasnya.


Lebih jauh, pria yang akrab disapa Kiai Rijal ini menyampaikan BMTNU adalah instrumen  perjuangan yang difasilitasi berdirinya oleh jamiyah NU untuk menjawab problem ekonomi Nahdliyin, khususnya sektor finansial atau kapital yang diperniagakan secara syariah.

 


"Di samping itu, BMTNU juga bisa dijadikan sebagai instrumen konsolidasi jamiyah agar selalu berproses lebih matang, kokoh, dan mandiri," ungkapnya.


Dengan BMTNU, lanjut Kiai Rijal, jamaah dan jamiyah Nahdliyah bisa belajar dan mematangkan praktik bermuamalah as-syar’iyah. "Dan bila telah kaya pengalaman dan lebih matang dalam praktik bermuamalah berbasis ilmu, maka NU bisa lebih siap menghadapi tantangan masa depan ekonomi dunia," tuturnya.


Dalam perkembangannya, BMTNU Jombang makin bisa beradaptasi dengan tuntutan-tuntutan di dunia usaha. Sejak beberapa bulan lalu, BMTNU Jombang sudah menggunakan sistem ISO 9001 versi 2015. Ini dilakukan untuk memastikan manajemen pengelolaan atau sistem yang diterapkan di BMTNU bisa mengikuti standar yang ditetapkan badan standar dunia (ISO). 

 


"Dengan demikian performa usaha, sistem dan pelayanan BMTNU Jombang terstandar internasional," ucapnya.


Sementara itu, Sekretaris PCNU Sragen, Sriyanto menyampaikan, NU Sragen ingin menguatkan aspek kemandirian ekonominya melalui berbagai lini, termasuk lewat BMTNU. Karenanya, dirinya merasa sangat perlu belajar lebih teknis kepada BMTNU Jombang yang sudah cukup lama berdiri dan terus berkembang.


"Kami berharap minimal dari pertemuan ini sudah ada gambaran yang akan kami mungkin jadikan bahan untuk pilot project di tempat kami terkait dengan lembaga perekonomian BMTNU ini," katanya. 


Dirinya juga berterima kasih kepada PCNU dan pengelola BMTNU yang sudah menerima dan menyambutnya dengan hangat. 

 

Hadir pada kesempatan ini, Katib PCNU Jombang, Ahmad Samsul Rijal, Sekretaris PCNU Jombang, Muhammad Muchlis, Wakil Ketua PCNU Jombang, Sugiarto, Ketua BMTNU Jombang, H Khoirul Anam dan anggotanya. Tampak pula Sekretaris PCNU Sragen, Sriyanto dan beberapa jajarannya. 


Pewarta: Ahmad

Terkait

Mitra Lainnya

terpopuler

rekomendasi