• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Kamis, 20 Juni 2024

Keislaman

Tanda Seseorang Mendapatkan Lailatul Qadar menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jilani

Tanda Seseorang Mendapatkan Lailatul Qadar menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jilani
Ilustrasi Lailatul Qadar. (Foto: NU Online)
Ilustrasi Lailatul Qadar. (Foto: NU Online)

Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat dahsyat, lebih baik daripada seribu bulan. Hal tersebut dapat diketahui dalam surat Al-Qadar ayat 2 yang berbunyi 'Wa ma adraka ma lailatul qadar', yang artinya "Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?".


Para ahli tafsir menjelaskan bahwa penggalan ayat 'wa ma adraka' termasuk dalam ayat yang akan menjelaskan dan membicarakan peristiwa atau kejadian yang sangat dahsyat. 


Malam Lailatul Qadar adalah anugerah dari Allah yang bersifat khusus untuk umat Nabi Muhammad saw dan tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya. Jumhur ulama mengatakan bahawa malam Lailatul Qadar datang setiap tahun dan turun dalam bulan Ramadhan saja. 


Munculnya Lailatul Qadar berawal dari pertanyaan para sahabat tentang usia Nabi Muhammad yang sangat pendek, sedangkan umat sebelumnya memiliki usia yang panjang. Pertanyaan para sahabat bagaimana bisa mempunyai amal yang banyak jika usianya pendek? 


Sejak saat itu Allah menganugerahkan Lailatul Qadar kepada Nabi Muhammad. Jika melaksanakan ibadah di malam Lailatul Qadar maka sama saja beribadah selama seribu bulan. 


Umat Islam sangat dianjurkan untuk menghidupkan 10 malam terakhir Ramadhan dengan memperbanyak ibadah kepada Allah swt, karena menurut pada ulama malam Lailatul Qadar datang di sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Sebuah hadits menjelaskan bahwa Rasulullah bertambah semangat dan bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah saat 10 malam terakhir bulan Ramadhan, sebagaimana hadits berikut:


كَانَ رَسُوْلُ الله إِذَا دَخَلَ العَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
 

Artinya, “Bila masuk 10 hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah mengencangkan kainnya (menjauhkan diri dari menggauli istrinya), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR Al-Bukhari)


Sebagaimana hadits di atas, Sayyidah Aisyah ra menyampaikan: 


تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ


Artinya, “Carilah malam kemuliaan (Lailatul Qadar) pada malam-malam ganjil sepuluh terakhir bulan Ramadhan.” (HR Al-Bukhari).

 

Dari dua hadits tersebut dapat disimpulkan bahawa malam Lailatul Qadar berada pada 10 malam terakhir Ramadhan tepat pada malam ganjil. Antara malam kedua puluh satu, malam kedua puluh tiga, malam kedua puluh lima, malam kedua puluh tujuh, dan malam kedua puluh sembilan. 


Setiap orang pasti menginginkan untuk berjumpa dengan malam Lailatul Qadar, di mana ibadah di malam itu sama dengan beribadah selama seribu bulan (83 tahun lebih 4 bulan).


Syekh  Abdul Qadir Al-Jilani (1077-1166 M) dalam kitab Al-Ghunyah menjelaskan mengenai tanda-tanda orang yang mendapatkan Lailatul Qadar, berikut ini: 

 
يل إن جبريل عليه السلام إذا نزل من السماء ليلة القدر لا يدع احدا من الناس الا سلم عليه وصافحه
 

Artinya, “Dikatakan bahwa malaikat Jibril as, ketika turun dari langit pada malam Lailatul Qadar, tidak akan membiarkan seorang manusia pun kecuali akan mengucapkan salam dan menjabat tangannya.” (Abdul Qadir Al-Jilani, Al-Ghunyah li Thalibi Thariqil Haqq,[Beirut, Darul Kutub Al- Ilmiyah], juz II, halaman 23)


Dari kutipan Syekh Abdul Qadir Al-Jilani di atas, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar akan mendapat ucapan salam dan berjabat tangan dengan malaikat Jibril. 


Malaikat Jibril adalah makhluk yang ghaib, maka ucapan salam dan jabatan tangannya berbeda dengan manusia. Syekh Abdul Qadir Al-Jilani menjelaskan lagi mengenai tanda orang yang mendapat ucapan salam dan jabatan tangan dari malaikat Jibril sebagai berikut:


وعلامة ذلك اقشعرر جلده و ترقيق قلبه و تدميع عينيه


Artinya, “Tanda seseorang yang mendapatkan salam dan berjabat tangan dengan malaikat Jibril adalah gemetar kulitnya, hatinya menjadi lembut, dan air matanya senantiasa bercucuran.” (Al-Jilani, II/23)


Dari penjelasan di atas tanda orang yang mendapat salam dan jabatan tangan malaikat Jibril sebagai bukti bahwa mendapatkan malam Lailatul Qadar ditandai dengan gemetar kulitnya, hatinya menjadi lembut, dan banyak mengeluarkan air mata. 


Bersalaman dengan malaikat Jibril menjadikan kulit bergetar karena bersalaman dengan pembawa wahyu. Hatinya menjadi lembut artinya akan lebih bijaksana dalam segala hal dan mendapat anugerah dari Allah. Air mata yang senantiasa bercucuran air mata dapat diartikan sebagai rasa gembira mendapatkan Lailatul Qadar dan tangisan sebagai rasa khauf (takut) kepada Allah swt. 


Demikian tanda-tanda orang yang mendapatkan Lailatul Qadar. Semoga dalam bulan Ramadhan kali ini kita mendapatkan anugerah Lailatul Qadar.

 


Keislaman Terbaru