• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Jumat, 31 Mei 2024

Daerah

Terhalang Mendung, Rukyatul Hilal 1 Syawal 1445 H di Jombang Tak Terlihat

Terhalang Mendung, Rukyatul Hilal 1 Syawal 1445 H di Jombang Tak Terlihat
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, H Muhajir ikut rukyatul hilal 1 Syawal 1445 H di POB Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Selasa (9/4/2024). (Foto: NU Online Jombang/Ustadz Nur Khojin)
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, H Muhajir ikut rukyatul hilal 1 Syawal 1445 H di POB Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Selasa (9/4/2024). (Foto: NU Online Jombang/Ustadz Nur Khojin)

NU Online Jombang, 
Rukyatul hilal 1 Syawal 1445 H di Pusat Observasi Bulan (POB) Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Kabupaten Jombang tidak terlihat, karena faktor mendung, Selasa (9/4/2024).


Observasi hilal ini dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jombang dengan menggandeng Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Jombang dan beberapa lembaga lainnya.


"Rukyatul hilal melalui POB Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar ini sampai sekarang belum bisa dilihat karena terhalang mendung," kata Kepala Kantor Kemenag Jombang, H Muhajir saat dimintai keterangan oleh awak media.


Pihaknya juga akan menunggu laporan dari berbagai titik pantau yang lain mengenai hasil rukyatul hilal, apakah juga tidak bisa melihat atau justru sebaliknya. Karena tentu cuaca tidak sama antara di daerah satu dengan daerah yang lain.


"Kita akan menunggu laporan dari titik pantau yang lain, apakah di tempat yang lain bisa melihat hilal atau tidak," terang pria berkacamata ini.


Menurutnya, seandainya cuaca normal, tidak mendung, hilal sangat berpotensi bisa dilihat. Hal ini berdasarkan data yang dihimpun oleh para muhasib


"Kalau menurut hitung-hitungan para muhasib tadi, disampaikan ada yang sudah 5 derajat bahkan ada yang 8 derajat. Artinya kalau tidak terhalang mendung sesungguhnya hilal bisa kita lihat dari titik pantau ini," jelasnya.


Tapi apapun itu hasilnya, ia menegaskan tetap akan tetap disampaikan kepada Kementerian Agama untuk menjadi pertimbangan dalam penentuan 1 Syawal 1445 H dalam sidang itsbat nanti. 


"Jadi, kita menunggu sidang itsbat penetapan 1 Syawal 1445 H oleh Kementerian Agama pusat," tuturnya.


Untuk diketahui, cuaca di beberapa daerah di Kabupaten Jombang semenjak sore hari memang hujan. Termasuk di titik pantau rukyatul hilal 1 Syawal 1445 H di POB Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar.


Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) sebelumnya memprediksi 1 Syawal 1445 H jatuh pada Rabu (10/4/2024) besok. Hal ini berdasarkan data hilal pada Selasa (9/4/2024) yang dirilis oleh lembaga tersebut.


Dalam keterangannya, tinggi hilal terkecil di Indonesia saat matahari terbenam pada Selasa, 29 Ramadhan 1445 H atau bertepatan 9 April 2024 M berada di Kota Merauke, Provinsi Papua Selatan dengan tinggi +4 derajat 52 menit, sedangkan parameter hilal terbesar terjadi di Kota Lhoknga, Provinsi Aceh dengan tinggi +7 derajat 28 detik. 


Sementara elongasi terkecil di Indonesia saat matahari terbenam pada Selasa, 29 Ramadhan 1445 H atau bertepatan 9 April 2024, sebesar 8 derajat 30 menit di Kota Merauke, Provinsi Papua Selatan dan sampai dengan 10 derajat 19 menit derajat di Kota Lhoknga, Provinsi Aceh.


Daerah Terbaru