• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Selasa, 16 April 2024

Daerah

Permudah Rapikan Administrasi Pesantren, RMINU Jombang Sosialisasikan EMIS

Permudah Rapikan Administrasi Pesantren, RMINU Jombang Sosialisasikan EMIS
Permudah Rapikan Administrasi Pesantren, RMINU Jombang Sosialisasikan EMIS. (Foto: NU Online Jombang/Ira Wahyu Wardhani)
Permudah Rapikan Administrasi Pesantren, RMINU Jombang Sosialisasikan EMIS. (Foto: NU Online Jombang/Ira Wahyu Wardhani)
NU Online Jombang, 
Selasa (19/10/2021) Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Kabupaten Jombang mengadakan pelatihan manajemen administrasi pesantren di Gedung Islamic Center Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang. Kegiatan ini dilakukan untuk mengatasi persoalan administrasi pesantren yang belum tertata baik. Education Management Information System (EMIS), sistem informasi yang dikembangkan oleh Kementrian Agama digadang dapat memudahkan seluruh pondok pesantren untuk merapikan administrasi. 
 
Kegiatan yang mengundang sekitar 60 pondok pesantren di Jombang, baik yang memiliki izin operasional maupun yang belum ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan Hari Santri.
 
Harapannya, pengurus pondok pesantren dapat mengaplikasikan EMIS sehingga dapat memperbaiki administrasi pesantren sekaligus dapat meningkatkan kualitas santri.
 
Arif Hidayatullah, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementrian Agama Kabupaten Jombang yang menjadi pemateri saat itu mengatakan, dengan adanya EMIS, dapat memudahkan input data pondok pesantren dan madrasah.
 
"Harapan saya semua pondok pesantren lebih peduli dan memahami pentingnya administrasi. Ada sekitar 240 pondok pesantren di Jombang, namun yang sudah memiliki izin operasional baru 165. Harapannya, bila sudah memiliki izin operasional, dapat menggunakan EMIS untuk memperbaiki sistem administrasinya," jelasnya.
 
Sementara itu, H AR Jauharudin Al-Fatih, Ketua RMINU Jombang mengatakan, penting bagi pondok pesantren untuk membuka kesadaran mereka tentang pentingnya membenahi administrasi pondok pesantren. 
 
"Saya harap pelatihan ini dapat sekaligus menyiapkan para pengurus pondok pesantren untuk menjadi administrator di pondok pesantrennya masing-masing. Sudah saatnya Pondok Pesantren memenuhi standar profesional dalam hal administrasinya," paparnya.
 
Ia menambahkan, kegiatan ini juga sekaligus menjadi wadah sinergis antara Kementrian Agama Kabupaten Jombang dengan RMINU dalam melakukan upgrade kapasitas pengurus pondok pesantren. 
 
Sinergis dengan slogan Hari Santri tahun ini “Bertumbuh, Berdaya dan Berkarya”, harapannya seluruh pengurus pondok pesantren yang hadir dapat mengadopsi materi dengan baik. Sehingga, ketika kembali ke pondok, mereka dapat segera membenahi administrasi Pondok Pesantren tanpa kesusahan.
 
“Masih ada pesantren yang belum berpengalaman dalam urusan administrasi. Sehingga, untuk menunjang perbaikan administrasi, tak cuma pengurus melainkan para santri juga berhak menerima pelatihan manajemen administrasi Pesantren seperti ini," kata Umar Tono, Santri Pondok Pesantren Roudhotul Tahfidhil Qur’an yang hadir di pelatihan ini.
 
Selain itu, M. Syarifuddin Masduqi, mewakili panitia penyelenggara mengatakan, pengelolaan administrasi pondok pesantren yang baik adalah salah satu penunjang keberhasilan santri dalam belajar. 
 
"Tanpa manajemen yang baik, pendidikan santri kurang berjalan maksimal. Karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat mengubah tata kelola manajemen administrasi pondok pesantren. Jika lembaganya sehat, produksi santri juga akan maksimal. Jika lembaganya tidak tertata baik, maka produksi santri juga cenderung kurang maksimal," jelas pembina Pondok Pesantren Roudhotul Tahfidhil Qur’an itu.
 
Ia menambahkan, pesantren merupakan institusi pendidikan tertua di Indonesia yang berbasis tradisi memang harus tetap dipertahankan ciri khasnya.
 
"Mempertahankan tradisi pesantren itu memang menjadi suatu keharusan. Namun, progresifitas pesantren dalam berbagai bidang juga merupakan suatu keniscayaan untuk memenuhi hajat kemanusiaan makin berkembang. Artinya, pesantren harus membekali diri dengan manajemen administrasi yang terbarukan. Ini adalah bentuk ikhtiar pesantren untuk bersaing dengan dunia global," pungkas pembina Pondok Pesantren Perak itu.
 
Kontributor: Ira Wahyu Wardhani, Karimatul Maslahah
Editor: Fitriana


Daerah Terbaru