Home Warta Daerah Laporan Keuangan Bahtsul Masail Nasional Pengurus BMT NU Fiqih Opini Keislaman Amaliyah NU Khutbah Ekonomi Nyantri BMT NU

Edupay, Cara Mudah Santri Bertransaksi, Sehari Dibatasi 10 Ribu Rupiah

Edupay, Cara Mudah Santri Bertransaksi, Sehari Dibatasi 10 Ribu Rupiah
Edupay, Cara Mudah Santri Bertransaksi, Sehari Dibatasi 10 Ribu Rupiah. (Foto: NU Online Jombang/Shohib)
Edupay, Cara Mudah Santri Bertransaksi, Sehari Dibatasi 10 Ribu Rupiah. (Foto: NU Online Jombang/Shohib)
NU Online Jombang,
Dompet elektronik kini lumrah digunakan sebagai alat transaksi jual beli. Selain memudahkan, beberapa orang menganggap penggunaan dompet elektronik lebih aman dan praktis. 
 
Pondok Pesantren kini juga menjadi pengguna dompet elektronik berupa Edupay sebagai salah satu solusi dalam mengelola keuangan santri. 
 
Alasannya sederhana, selain memudahkan orang tua dalam memantau dan mengontrol keuangan santri, Edupay juga memudahkan transaksi jual beli di zaman digital seperti saat ini.
 
Pondok Pesantren Fathul Ulum adalah salah satu Pondok Pesantren yang menggunakan Edupay sejak tahun 2020. Penggunaannya dirintis langsung oleh Kyai Ahmad Habibul Amin yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren. 
 
Edupay digunakan bukan tanpa sebab. Sang Kiai ingin lebih memudahkan para santri dan wali santri dalam hal pengaturan keuangan.
 
Edupay sendiri merupakan aplikasi pintar yang digunakan sebagai uang elektronik. Dengan menggunakan Edupay, santri bisa melakukan berbagai transaksi elektronik di semua merchant melalui berbagai layanan yang tersedia seperti pembelian barang, pembayaran tagihan, transfer dan setor tunai melalui sekolah atau Edupay Corner.
 
Musyafa Ali, bendahara Pondok Pesantren Fathul Ulum menjelaskan,  banyaknya kasus negatif yang terjadi di Pondok seperti kehilangan uang, merokok dan penggunaan uang secara berlebihan membuat pengasuh Pondok membuat kebijakan baru yang dapat memudahkan wali santri dan santri lebih mudah dalam menyimpan dan mengatur keuangan dengan baik.
 
"Sebelumnya, pondok kami memiliki sistem pembayaran khusus. Salah satunya adalah dengan menggunakan mata uang koin yang khusus digunakan di lingkungan pesantren. Namun cara tersebut dianggap kurang efektif sampai akhirnya, Romo Kyai Amin menggagas penggunaan Edupay sebagai alternatif," papar pria yang akrab disapa Ali ini.
 
Ali menilai, saat ini santri bukan hanya dituntut untuk memiliki kemampuan di bidang akademis melainkan juga harus mampu mengelola keuangan dengan baik. Edupay menjadi salah satu langkah mudah bagi santri dalam mengatur keuangan.
 
“Edupay ini merupakan salah satu ikhtiar kami dalam mendidik para santri. Mereka harus mengerti bagaimana menggunakan uang dengan baik. Karena itu, kami menerapkan batasan penggunaan keuangan bagi para santri. Dalam sehari, mereka hanya boleh belanja sebesar 10 ribu rupiah. Hal itu dimaksudkan agar kelak ketika mereka berada di tengah-tengah masyakarat, mereka mampu mengelola keuangan dengan baik," jelas Ali.
 
Yang lebih penting lagi, penggunaan Edupay ini juga memudahkan santri dalam melakukan transaksi.
 
"Santri tidak perlu membawa uang tunai. Jika mau melakukan jual beli atau ingin melakukan pembayaran sekolah cukup menggunakan nomer PIN masing-masing," ujar Ali.
 
Selain mudah dan aman, sisi positif lainnya adalah wali santri dapat memantau dari jauh aktivitas keuangan yang dilakukan oleh putra putri mereka. 
 
Kontributor: Sohibul Huzair Ellathoillah
Editor: Fitriana

Terkait

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi