• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Rabu, 17 Agustus 2022

Daerah

Koin Ta'awun, Upaya UPZISNU Kepatihan Bantu UMKM

Koin Ta'awun, Upaya UPZISNU Kepatihan Bantu UMKM
Foto : Dok. Upzisnu Kepatihan
Foto : Dok. Upzisnu Kepatihan

NU Online Jombang,

Pengurus Ranting Unit Pengelolan Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Desa Kepatihan, Kabupaten Jombang launching program pemberdayaan ekonomi untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

 

H Mansyur, ketua ranting UPZISNU Kepatihan menuturkan, upaya itu dilakukan untuk membantu masyarakat yang memiliki UMKM supaya tidak terjebak dengan hutang piutang dengan jumlah bunga yang sangat besar.

 

"Karena itu, kami berpikir untuk memberikan modal walaupun tidak banyak. Tapi setidaknya bisa meringankan mereka agar tidak terhubung dengan rentenir lagi. Sebagian besar UMKM itu menjadi incaran," tuturnya.

 

Kepada NU Online Jombang, H Mansyur mengatakan, ranting UPZISNU Kepatihan menggalang dana dari Aghnia' dalam kurun waktu 1 bulan. Kemudian, pihaknya menyeleksi dan menyurvei UMKM yang layak mendapat bantuan modal.

 

"Launching hari ini (02/01/2022), kami berikan ke usaha cuci motor. Untuk tahap awal, kami siapkan untuk 10 orang yang memiliki UMKM. Setiap usaha kami beri bantuan sebesar Rp 500.000. Jadi, total keseluruhan dana yang kami berikan berjumlah Rp 5.000.000," kata H Mansyur

 

Koin Ta'awun UPZISNU Kepatihan merupakan metode pemberdayaan ekonomi yang diterapkan oleh ranting UPZISNU Kepatihan. Artinya, setiap UMKM diberi bantuan modal sebesar Rp 500.000 beserta 1 kaleng Infak.

 

"Infak minimal sehari Rp 2.000 dengan niat dan motivasi untuk bersedekah. Insyaallah mereka semakin senang karena juga mendapatkan pahala dari niat tersebut," imbuh H Mansyur.

 

Ia menambahkan, kaleng tersebut akan diambil setiap satu bulan. Setelah terkumpul Rp 500.000 dari hasil kaleng itu, pihaknya akan menyerahkan ke pemilik UMKM berikutnya yang sudah lolos seleksi dan survei.

 

"Jika berjalan seperti itu, penerima manfaat akan semakin banyak dan kami tidak minta uang Rp 500.000 itu untuk di kembalikan. Karena itu, kami beri nama program tersebut Koin Ta'awun UPZISNU Kepatihan yang artinya kotak infak bantuan atau pertolongan," pungkasnya.

 

Kontributor : Siti Ratna Sari

Editor : Fitriana


Daerah Terbaru