Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Ketua PCNU Jombang: Percepat Vaksinasi di Kalangan Santri

Ketua PCNU Jombang, KH M Salmanudin Yazid (kanan) saat mengikuti vaksinasi. (Foto: IG Mundjidah Wahab)
Ketua PCNU Jombang, KH M Salmanudin Yazid (kanan) saat mengikuti vaksinasi. (Foto: IG Mundjidah Wahab)

NU Jombang Online, 
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, KH M Salmanudin Yazid mendorong agar program vaksinasi Covid-19 dipercepat untuk para santri. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya klaster Covid-19 di lingkungan pesantren.

"Untuk vaksinasi segera dituntaskan untuk para santri, agar para santri bisa tenang dan aman dalam menjalankan kegiatan belajar atau mengaji di dalam pondok," tuturnya kepada NU Jombang Online, Rabu (21/7).

Selain percepatan vaksinasi, pria yang akrab disapa Gus Salman itu menyampaikan, agar santri mengurangi interaksi di luar pondok pesantren. Sepanjang Covid-19 belum ada tanda-tanda melandai, para santri hendaknya menahan diri untuk keluar kawasan pesantren.

Santri yang ada di pondok Jombang mayoritas masih belum sepenuhnya kembali ke pesantrennya. Sistem pengembalian santri ke pesantren dilakukan secara bertahap untuk mengantisipasi kemungkinan penularan Covid-19 kepada santri.

Menurut Gus Salman, sebelum PPKM darurat masih belum dicabut, para santri sebaiknya tidak kembali terlebih dahulu ke pesantren. Hal ini juga perlu dikuatkan dengan kebijakan yang dibuat oleh pesantren terkait larangan santri kembali ke pesantren di saat PPKM darurat. 

"Kedatangan santri itu kan banyak dari luar daerah, jadi saya harap untuk kedatangan santri baru bisa masuk ke pesantren setelah aturan PPKM darurat ini selesai saja. Dengan syarat mematuhi protokol kesehatan serta prosedur yang diterapkan tiap-tiap pesantren di Jombang," jelasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Kalibening, Kecamatan Mojoagung itu mengungkapkan, berbagai ikhtiar untuk menekan angka penularan Covid-19 harus terus dilakukan. Tidak terkecuali di pesantren Jombang. Pasalnya, kasus Covid-19 di Kota Santri ini cukup serius. Bahkan semua kecamatan di Jombang masuk zona merah.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU), KH M Zufikar As’ad menjelaskan, pasien Covid-19 tersebar di berbagai rumah sakit, jumlahnya pun cukup banyak. Dirinya mengajak masyarakat terus mematuhi aturan PPKM darurat. 

"Ya tuntasnya atau menurunnya kasus Covid-19 ini juga dibutuhkan dukungan penuh dari masyarakat untuk menerapkannya," katanya saat diwawancarai.

Salah satu pimpinan asrama di Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Rejoso, Jombang ini menegaskan, garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19 adalah masyarakat itu sendiri.

"Maka dari itu untuk mobilitas ke manapun bisa dikurangi, meskipun demikian keluar akan tetapi tidak lupa dengan ketat mematuhi protokol kesehatan," ungkapnya.

Hal yang penting juga untuk dilakukan masyarakat yaitu berdoa bersama meskipun secara virtual. "Karena selain menjaga kesehatan dari lahir, diperlukan juga menjaganya dari batin. Salah satunya seperti selalu berdoa yang terbaik bagi sesama masyarakat dan bangsa Indonesia," pungkasnya.

Kontributor: Muhammad Fa'iz Hasan
Editor: Ahmad