• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Minggu, 10 Desember 2023

Nasional

Rais 'Aam PBNU: Jangan Jadi Warga NU yang Grudak-gruduk

Rais 'Aam PBNU: Jangan Jadi Warga NU yang Grudak-gruduk

NU Jombang Online,
Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar meminta kepada segenap warga NU untuk menjadi pribadi yang matang dalam segala bidang, baik dalam dunia politik maupun sosial budaya, terlebih pada bidang agama. Warga NU juga jangan grudak-gruduk (grusa-grusu) untuk menanggapi segala persoalan yang datang.

"Jangan kalian (warga NU) menjadi kaum yang latah, yang grudak-gruduk, dan mudah kagetan," ucapnya saat menghadiri acara Harlah ke-96 NU dan peresmian Kantor PCNU Jombang, Ahad (21/4).

Sikap seseorang yang grudak-gruduk itu, kata dia, adalah tanda pribadi yang belum matang, ia tidak memiliki sikap yang tegas yang bersumber dari dirinya sendiri.

Bahkan pria yang kerap disapa Kiai Miftah ini menyebut, seseorang yang demikian sangat bahaya, cenderung ikut-ikutan tanpa memiliki dasar yang kuat.

Ia kemudian mengutip hadist Nabi Muhammad SAW yang mengimbau agar umatnya tidak jadi kelompok 'immaah'. Kata 'immaah' adalah gabungan dari 'in' dan 'maahu' yang artinya jika bersamanya.

"Dalam salah satu Hadits Rasulullah, dan Haidst ini dulu sangat masyhur. Rasulullah menyebut 'hai kalian jangan jadi kelompok imma'ah. Kemudian para sahabat kala itu bertanya siapa yang dimaksud kelompok itu?," tuturnya.

"Rasulullah menjawab adalah seseorang yang mana kala ada kelompok lain melakukan kebaikan, maka saya juga melakukan, tapi begitu juga kalau kelompok itu melakukan kejelekan, maka saya juga demikian," imbuhnya.

Untuk itu, timpalnya, di akhir hadist tersebut Rasulullah menekankan agar umatnya bisa memantapkan jati dirinya yang bisa memegang prinsip.

"Makannya Rasulullah pada akhir itu mengatakan, mantapkan dirimu. Mana kala orang melakukan kejelekan maka kamu jangan ikut-ikutan," pungkasnya. (Syamsul Arifin) 


Editor:

Nasional Terbaru