• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Rabu, 29 Juni 2022

Hikmah

Pentingnya Meneladani Para Ulama dalam Menanamkan Rasa Cinta pada Tanah Air

Pentingnya Meneladani Para Ulama dalam Menanamkan Rasa Cinta pada Tanah Air
Foto Dokumen Ansor
Foto Dokumen Ansor

NU Jombang Online,
Kita sudah sepatutnya meneladani apa yang telah diajarkan oleh para ulama pesantren dalam mencintai negeri ini. Kecintaan itu diwujudkan dalam perjuangan melawan penjajah dari masa ke masa hingga mengisi era kemerdekaan. Ulama memegang peran sentral dan strategis dalam melawan penjajah. Para ulama juga senantiasa menanamkan rasa cinta tanah air kepada para pejuang kala itu. Ini menunjukkan prinsip bahwa Islam dan nasionalisme tidak dapat terlepas satu sama lain.

Pada era kemerdekaan, semangat cinta tanah air yang digelorakan para ulama adalah dengan menjauhkan bangsa Indonesia dari perpecahan.

Menurut ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Jombang, H Zulfikar Damam Ikhwanto, ulama-ulama kita tidak mengajarkan untuk membenturkan Islam dan negara. Sebab jika negara telah hancur karena perang atas nama agama, lalu hendak mengamalkan Islam dimana lagi?

"Negara berpenduduk Muslim saat ini yang mengalami perang saudara banyak yang tewas sia-sia. Ribuan warganya ingin mengungsi ke negara lain karena tak dapat menjalankan Islam di negeri mereka dengan nyaman dan damai," jelasnya.

C*kuplah kiranya kita belajar kepada bangsa-bangsa lain di Timur Tengah yang penduduk negerinya terpecah belah, saling menumpahkan darah dan saling bunuh atas nama agama yang sama. Namun, mereka tidak peduli kepada nasib tanah airnya.

Saat Nabi dan para Sahabat hijrah ke Madinah, ternyata kota Yatsrib itu banyak wabah penyakit, Abu Bakar mengeluh, Bilal juga berkeluh, dan sahabat Nabi lainnya, maka Nabi berdoa:

( ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺣَﺒِّﺐْ ﺇِﻟَﻴْﻨَﺎ ﺍﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔَ ﻛَﺤُﺒِّﻨَﺎ ﻣَﻜَّﺔَ ﺃَﻭْ ﺃَﺷَﺪَّ ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ

“Ya Allah, jadikan kami cinta Madinah, sebagaimana cinta kami kepada Makkah, atau melebihi Makkah” (HR al-Bukhari)

Dalil hadits lainnya adalah:

ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲٍ – ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ – ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻛَﺎﻥَ ﺇِﺫَﺍ ﻗَﺪِﻡَ ﻣِﻦْ ﺳَﻔَﺮٍ ، ﻓَﻨَﻈَﺮَ ﺇِﻟَﻰ ﺟُﺪُﺭَﺍﺕِ ﺍﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔِ ﺃَﻭْﺿَﻊَ ﺭَﺍﺣِﻠَﺘَﻪُ ، ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺩَﺍﺑَّﺔٍ ، ﺣَﺮَّﻛَﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﺣُﺒِّﻬَﺎ ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ

Anas berkata bahwa jika Nabi tiba dari perjalanan dan melihat kampung Madinah, maka Nabi memper-cepat tunggangannya. Jika Nabi di atas tunggangan, maka Nabi menggerakkannya, karena cinta Madinah” (HR al-Bukhari)

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata:

َﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳﺚ ﺩَﻟَﺎﻟَﺔ ﻋَﻠَﻰ ﻓَﻀْﻞ ﺍﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔ ، ﻭَﻋَﻠَﻰ ﻣَﺸْﺮُﻭﻋِﻴَّﺔ ﺣُﺐّ ﺍﻟْﻮَﻃَﻦ ﻭَﺍﻟْﺤَﻨِﻴﻦ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ‏( ﻓﺘﺢ ﺍﻟﺒﺎﺭﻱ ﻻﺑﻦ ﺣﺠﺮ – ﺝ 6 / ﺹ 6

“Hadits ini menunjukkan keutamaan Madinah dan disyariatkannya cinta tanah air dan rindu kepadanya” (Fath al-Bari, 6/6).

Berdasarkan beberapa dalil di atas, maka setiap orang beragama selain berkewajiban mencintai agamanya juga harus mencintai tanah airnya. Sebab hal itu tidak bertentangan dengan agama. Rasa cinta tanah air bahkan menjadi bagian dari ajaran agama yang perlu diamalkan.

 

Kontributor : Achmad Syaiful Chabib
Editor : Fitriana


Editor:

Hikmah Terbaru