• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Jumat, 23 Februari 2024

Daerah

HARI SANTRI 2023

Pesantren Tebuireng Luncurkan Buku Berisi Warisan Mbah Hasyim pada Santrinya

Pesantren Tebuireng Luncurkan Buku Berisi Warisan Mbah Hasyim pada Santrinya
Launching buku "Mengabadikan Warisan Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari yang Tersebar pada Santrinya". Kegiatan ini berlangsung di Pesantren Tebuireng, Jumat (20/10/2023). (Foto: Tebuireng Official)
Launching buku "Mengabadikan Warisan Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari yang Tersebar pada Santrinya". Kegiatan ini berlangsung di Pesantren Tebuireng, Jumat (20/10/2023). (Foto: Tebuireng Official)

NU Online Jombang,

Ungkap peninggalan dan pengaruh Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari pada santri-santrinya, Tebuireng Media Group menggelar launching buku "Mengabadikan Warisan Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy'ari yang Tersebar pada Santrinya". Kegiatan ini berlangsung di Pesantren Tebuireng, Jumat (20/10/2023).

 

Buku ini merupakan kumpulan tulisan peserta Festival Literasi Pesantren Tebuireng yang diadakan beberapa waktu lalu dengan tema "Melahirkan Pelopor Literasi dari Pesantren". Tulisan-tulisan tersebut membahas mengenai rekam jejak nilai-nilai Mbah Hasyim yang tersebar di banyak santri-santrinya.

 

Salah satu penulis buku itu, Asti Maharani menyebut Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari juga memberikan pengaruh tersendiri terhadap santri-santri perempuannya. Seperti perjalanan Nyai Hj Khoiriyah Hasyim yang kemudian ia angkat sebagai tema kajian di dalam buku tersebut.

 

Wanita yang juga Mahasantri Ma'had Aly Tebuireng itu melanjutkan, pendidikan yang Mbah Hasyim terapkan kepada putrinya itu sejak kecil berdampak besar terhadap pembentukan karakter. 

 

Baginya, Mbah Hasyim mampu mencetak sosok perempuan yang sekalipun menikah di umur 13 tahun tumbuh sebagai seseorang yang mandiri dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar.

 

"Dengan didikan Hadratussyekh yang beliau terima sejak kecil, itu justru menanamkan karakter yang kuat kepada Nyai Hj Khoiriyah Hasyim," tuturnya.

 

Penulis Buku "Menggagas Pendidikan Maqashidi", Anang Firdaus yang menjadi narasumber dalam acara tersebut menjelaskan, bahwa nilai-nilai pendidikan maqashidi yang dirumuskan dari pemikiran maqashid Ibnu Asyur dapat ditemukan dalam catatan perjalanan Mbah Hasyim ketika mendidik para muridnya.

 

"Setidaknya ada empat nilai fundamental di dalam pendidikan maqashidi, dan saya rasa empat nilai fundamental ini bisa kita temukan di sepak terjang Kiai Hasyim Asy'ari dalam mendidik muridnya," katanya. 

 

Anang menerangkan keempat nilai fundamental tersebut. Pertama, al-Fithrah, yaitu konsep pendidikan yang diarahkan atau disesuaikan dengan fitrah peserta didik; yaitu tentang minat dan bakat. 

 

Kedua, al-Samahah, yakni sistem pembelajaran yang menyenangkan atau terkesan lebih toleran. Ketiga, al-Musawah, dalam arti pendidikan yang egaliter, tidak membeda-bedakan peserta didik. 

 

"Keempat, al-Hurriyah, berarti sistem pembelajaran yang inklusif, seperti menerima semua pendapat dan pemikiran yang muncul dalam proses pembelajaran," ujarnya. 

 

Sementara itu, Cicit Mbah Hasyim, Gus Varis M Mirza juga mengatakan, Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari adalah sosok ulama yang sangat menjunjung tinggi dan selalu mengupayakan persatuan umat.

 

Kemudian, Gus Mirza berharap agar sebisa mungkin untuk menjauhi perdebatan pada hal-hal yang bersifat khilafiyah. Baginya, akan lebih baik jika yang menjadi perhatian bersama adalah upaya-upaya dalam mengoptimalkan fitrah atau minat dan bakat. 

 

Karena, lanjut Gus Mirza, orang alim mengutip pendapat Gus Ishom adalah mereka yang ahli dalam bidangnya, kemudian keahlian itu digunakan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

 

"Sehingga, seyogyanya kita itu segera meninggalkan hal-hal yang di situ memang terdapat khilaf, dan kita fokus untuk menggali fitrah kita masing-masing," tuturnya. 

 

Untuk diketahui, acara itu menghadirkan sejumlah narasumber. Di antaranya ialah Wakil Rektor Ma'had Aly Hasyim Asy'ari M Anang Firdaus, cicit Mbah Hasyim Gus Varis M Mirza, dan Mahasantri Ma'had Aly Hasyim Asy'ari sekaligus salah satu penulis buku Asti Maharani.

 

Kontributor: Muhammad Rizky Fadillah


Daerah Terbaru