• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Jumat, 31 Mei 2024

Daerah

Nakhoda Baru MWCNU Peterongan Jombang, Siap Bangkitkan Umat

Nakhoda Baru MWCNU Peterongan Jombang, Siap Bangkitkan Umat
Konferensi MWCNU Peterongan ini menghasilkan beberapa poin penting. Acara diselenggarakan Ahad (08/09/2023).
Konferensi MWCNU Peterongan ini menghasilkan beberapa poin penting. Acara diselenggarakan Ahad (08/09/2023).

NU Online Jombang,

Siap bangkit dengan semangat membara, Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang kini miliki nakhoda baru. 

 

H Musyafa’ Effendi menjadi Ketua terpilih dari hasil Konferensi yang digelar pada Ahad (8/10/2023). Konferensi bertempat di Kantor Pusat Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang lantai 2.

 

Konferensi yang diikuti dengan khidmat ini menghadirkan 14 ranting NU se-Kecamatan Peterongan. Sebanyak 40 peserta turut hadir untuk memilih nakhoda baru yang akan membawa kapal MWCNU Peterongan ini ke semangat baru yang lebih membara. 

 

Menurut penuturan Ketua Pelaksana kegiatan, Agus Hariadi, kegiatan berjalan lancar dari awal hingga akhir. 

 

"Agenda sendiri dimulai sejak pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 20.40 WIB. Kegiatan berjalan lancar dan hangat. Sebelum kegiatan dimulai, panitia sudah berada di lokasi beberapa jam sebelum acara dimulai," ucapnya. 

 

Dari pantauan, puluhan anggota Banser berjaga di bawah untuk mengamankan area konferensi. Di lantai dua, peserta diarahkan untuk menaiki tangga menuju lantai dua. Sebelum masuk ke ruangan konferensi, para tamu undangan dan peserta sudah disambut oleh penerima tamu dari PAC Fatayat Peterongan. 

 

Peserta diharuskan untuk mengisi form tanda hadir sebelum masuk ke ruangan Konferensi. Setelah peserta Konferensi dan tamu undangan sudah di lokasi, barulah pembawa acara membuka kegiatan. 

 

Agenda yang berlangsung satu hari ini juga menumbuhkan kesan positif dari berbagai kalangan, seperti pernyataan dari KH Ainur Rifqi, Ketua MWCNU Demisioner. 

 

Ia mengatakan, dalam Konferensi ini menghasilkan beberapa poin penting yang nantinya akan membawa kapal besar MWCNU Peterongan bergerak untuk umat. 

 

"Untuk Konferensi MWCNU Peterongan ini menghasilkan beberapa poin penting. Pertama, revitalisasi kelembagaan di MWCNU Peterongan. Ini terutama bagi lembaga yang berada di bawah naungan MWC seperti LP Ma'arif, LBM dan lembaga-lembaga lainnya yang belum tersentuh untuk diberikan kesempatan berkembang," ucapnya di lokasi Konferensi. 

 

"Kedua, yang paling penting bahwa Konferensi ini menghasilkan kepemimpinan baru dan semoga ke depannya, MWCNU Peterongan ini bisa lebih berkembang dan terus maju untuk umat," katanya lebih lanjut. 

 

Dirinya pun sedikit menceritakan kesan dan pesannya selama menjadi Ketua MWCNU Peterongan.

 

"Banyak kesan dan pesan yang saya alami selama menjadi ketua pengganti, di mana banyak warna di NU. Di dalamnya kita bisa belajar bersama, belajar memahami, dan urun rembuk bersama untuk mencapai satu tujuan mulia yang baik," ungkapnya. 

 

Sementara itu, menurut Abdul Hamid Hamdah, Sekretaris PCNU Kabupaten Jombang yang juga hadir di area Konferensi, menyebut dinamika Konferensi berjalan lancar. 

 

"Kalau memang kita perhatikan bersama dari awal sampai akhir, memang pemilihan ketua ini sudah sesuai dengan aturan yang ada. Hanya saja, di akhir tadi ada semacam debatable, karena musyawirin atau peserta Konferensi tadi di bakal calon ada dua," jelasnya. 

 

"Karena memang di dalam aturan, untuk menjadi ketua harus mendapatkan 4 suara. Untuk perolehan suara, H Musyafa’ Efendi mendapatkan 5 suara dan Gus Rifky itu 9 suara. Itu untuk tahap pencalonan. 

 

Karena masih dalam pencalonan, kedua kandidat ketua tersebut berhak untuk melaju ke babak selanjutnya, yakni pemilihan. 

 

"Jadi dua kandidat ketua ini berhak untuk maju ke tahap pemilihan. Seiring berjalannya waktu, salah satu calon yakni Gus Rifky memilih untuk mengundurkan diri. Alasan beliau mundur, yang pertama karena belum melakukan proses Kaderisasi," imbuhnya. 

 

"Kedua, beliau juga aktif di kepengurusan PCNU Jombang. Karena beliau memilih untuk mengundurkan diri, maka calon hanya tinggal satu yakni H Musyafa’ Efendi. Sehingga, sesuai tata tertib (tatib) yang ada, maka satu calon ini dipilih secara aklamasi menjadi Ketua MWC NU Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang," tambahnya.

 

Setelah proses panjang dan melelahkan dilewati, nahkoda baru MWC NU Peterongan pun terpilih. Tak lupa, ia juga memberikan harapan kedepannya kepada kepengurusan baru. 

 

"Mewakili dari PCNU Jombang, kami berharap MWC dapat menjalankan program-program kerja breakdown dari PB, karena PB punya program kerja yang turun ke PW, kemudian ke PCNU," tuturnya. 

 

Sehingga, lanjut dia, MWC juga harus minimal memiliki kesamaan. Bahwa, garis-garis ke atas itu harus ada acuannya. 

 

"Jika ada program kerja yang sifatnya lokal inisiatif dari MWC, sesuaikan dengan yang paling cocok dan paling pas dengan program kerja PB, PW dan PC," pungkasnya.


Daerah Terbaru