Daerah

Munif, Sosok yang Tak Kenal Istirahat Kembangkan BMT NU Megaluh, Perjuangannya Berbuah Manis

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 06:30 WIB

Munif, Sosok yang Tak Kenal Istirahat Kembangkan BMT NU Megaluh, Perjuangannya Berbuah Manis

Munif, Pimpinan Wilayah BMT NU Megaluh berada di kantornya. (Foto: NU Online Jombang/Miftakhul Jannah)

NU Online Jombang,
Di balik padatnya aktivitas Kantor Wilayah Baitul Maal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMT NU) Megaluh, Kabupaten Jombang, ada sosok pemimpin yang tak kenal menyerah dalam mengemban amanah membesarkan BMT NU setempat. Ia terus berjuang dan berkhidmah kepada NU melalui lembaga keuangan syariah ini.


Nyaris tak ditemui memang, warga NU atau Nahdliyin yang berkiprah di BMT NU Jombang bisa bersantai-santai. Mereka harus mendermakan sebagian besar waktu dan tenaganya untuk kebesaran BMT NU yang sarat dengan tantangan.
 

Salah satunya seperti Munif, laki-laki yang dipercaya sebagai Pimpinan Wilayah BMT NU Megaluh. Munif menakhodai BMT NU Megaluh sejak didirikan. Sejak itu pula hingga sekarang ia terus mengerahkan segala kemampuannya agar koperasi syariah ini terus berkembang dan memikat kepercayaan warga Megaluh secara umum.

ADVERTISEMENT BY OPTAD


Bila dihitung, khidmah Munif di BMT NU Megaluh sudah hampir sembilan tahun hingga saat ini. Dia memang dikenal sebagai wirausahawan. Pendidikan terakhirnya dituntaskan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIES) Babussalam Mojoagung, Jombang. Bekal ini setidaknya menguatkan keyakinannya bahwa BMT NU Megaluh akan semakin berkembang dan besar.


BMT NU Megaluh didirikan pada tahun 2017 lalu. Dirinya beserta seorang marketing dan seorang teller, bersama-sama bekerja membesarkan BMT NU Megaluh. Baginya dan tim saat itu, tak ada kata istirahat, di mana pun, kapan pun mereka aktif menyosialisasikan layanan-layanan BMT NU Megaluh kepada warga sekitar.

ADVERTISEMENT BY ANYMIND


"Di BMT NU Megaluh kala itu masih ada tiga orang termasuk saya, kapan pun ketika ada kesempatan kami promosi ke orang-orang sekitar," katanya kepada NU Online Jombang, memulai kisahnya, Jumat (29/8/2025).


Munif menceritakan, di awal perjuangannya membesarkan BMT NU Megaluh prosesnya tidaklah mudah. Dirinya dengan telaten mencari nasabah dengan cara jemput bola dari pintu ke pintu. Cara lain yang ditempuh adalah menjadikan kegiatan-kegiatan NU di Megaluh sebagai objek sosialisasi.

ADVERTISEMENT BY OPTAD


Kendatipun beragam cara yang telah dilakukan, perjuangannya mendapat nasabah terkadang tidak berjalan mulus. Ditambah, kondisi demografi penduduk Megaluh yang mayoritas petani membuat mereka belum memiliki edukasi tentang perkoperasian.


Karena kondisi itu, produk pembiayaan usaha yang lebih banyak diminati masyarakat Megaluh adalah pembiayaan musiman. "Sekitar 70 persen adalah nasabah pinjaman musiman, sedangkan 30 persen sisanya adalah nasabah pinjaman reguler," ucapnya.

ADVERTISEMENT BY ANYMIND


Dirinya bahkan sempat diremehkan terkait aset BMT NU Megaluh yang selalu berjalan di tempat. Namun, ia tidak patah semangat, justru dengan itulah dirinya semakin giat bekerja keras memastikan BMT NU Megaluh bisa dikelola dengan baik dan akan besar di kemudian hari. Benar saja, hal itu terwujud.


"Awal berdiri kita punya aset 80 juta, kemudian berkembang menjadi 300 juta, dan saat ini alhamdulillah total aset yang kita kelola sudah sekitar 4 miliar," katanya.


Di samping perkembangan aset, yang juga membanggakan adalah kantor BMT NU Megaluh yang semakin nyaman. Dahulu, hanya punya satu ruangan kecil di Kantor MWCNU Megaluh, tapi kini ruangan itu tampak luas dengan tambahan ruangan untuk keperluan pelayanan nasabah. Sebuah meja kerja tua, namun kokoh di kantor MWCNU Megaluh masih menjadi saksi bisu yang menemani perjuangannya.

ADVERTISEMENT BY ANYMIND


"Alhamdulillah, tahun 2022 kita bisa mulai membangun ruangan tambahan, ini semua demi khidmah kepada umat," jelasnya.


Dengan semakin berkembangnya BMT NU Megaluh, Munif berharap agar koperasi ini semakin berdampak untuk kemandirian jamiyah NU dan warga NU. "Apapun itu, kesabaran, ketelatenan, dan amanah adalah tiga hal penting yang harus dimiliki oleh setiap warga NU," tegasnya.


Kader Banser hingga Bendahara MWCNU

Di kalangan warga NU, Munif dikenal sebagai orang yang cukup aktif berkhidmah di NU. Sedari muda ia tak pernah absen dari kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan NU di desanya.


Dia aktif di Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Munif memegang prinsip bahwa di NU adalah ladang khidmah. Karena itu, keberadaannya harus bermanfaat untuk NU dan warga NU. 
 

Munif berkisah, dulu sempat punya kendaraan berupa mobil pick up. Namun, sepanjang berkhidmah di NU, ia manfaatkan sebagai kendaraan serbaguna untuk kegiatan-kegiatan NU, termasuk Fatayat dan Muslimat NU. 


"Semua itu saya lakukan cuma-cuma, saya merasa senang bisa bermanfaat sekaligus berkhidmah di Nahdlatul Ulama," ujarnya.


Perlahan, tokoh-tokoh NU di Megaluh kemudian meliriknya untuk aktif di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU). Ini tentu tak bisa dilepaskan dari loyalitas dan kegigihannya di NU.


Munif tercatat sebagai bendahara MWCNU Megaluh selama 3 periode hingga sekarang. Artinya, saat ini dia mengemban dua peran besar sekaligus di lingkungan NU Megaluh. Yaitu, sebagai pimpinan wilayah BMT NU Megaluh dan bendahara MWCNU Megaluh.

ADVERTISEMENT BY ANYMIND