• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Selasa, 28 Mei 2024

Amaliyah NU

Berikut Lafal Niat Puasa Dzulhijjah

Berikut Lafal Niat Puasa Dzulhijjah
Ilustrasi puasa Dzulhijjah. (Foto; NU Online)
Ilustrasi puasa Dzulhijjah. (Foto; NU Online)

Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang dimuliakan (asyhurul hurum). Di dalamnya terdapat keutamaan atau keistimewaan tersendiri. Karena itu, di bulan ini, khususnya 10 hari pertama umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak melaksanakan ibadah, misalnya membaca Al-Qur'an, bersedekah, berdzikir, dan ibadah-ibadah yang lainnya. Tidak terkecuali puasa sunnah di tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah.


Dalam hal kesunnahan berpuasa, Syekh Zakaria al-Anshari (w. 1520 M) dalam Asna al-Mathalib menjelaskan lebih rinci. Di kitabnya, ia menyampaikan bahwa untuk tanggal 1 sampai 7 disunnahkan bagi orang yang sedang menunaikan ibadah haji ataupun tidak, sementara tanggal 8 (Hari Tarwiyyah) dan 9 (Hari Arafah), hanya disunnahkan bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.

 

Pada tanggal 8 (Hari Tarwiyyah) dan 9 (Hari Arafah) tidak dianjurkan berpuasa bagi orang yang sedang melaksanakan ibadah haji. Hukumnya khilaful aula (menyalahi yang lebih utama), bahkan makruh menurut Imam An-Nawawi. Jamaah haji lebih dianjurkan memperbanyak berdoa pada waktu tersebut. Demikian ini juga karena untuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad saw (ittiba'​​​​​​)(Asna al-Mathalib Syarhu Raudhah al-Thâlib).

 

Niat Puasa Sunnah Dzulhijjah

Niat puasa Dzulhijjah sebagaimana puasa pada umumnya, dilakukan pada waktu malam hari, sejak terbenamnya matahari sampai terbit fajar. Berikut lafal niatnya:


Niat puasa dari tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah


نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi taala.


Artinya, “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah taala*. 


Niat pada pada tanggal 8 Dzulhijjah (Hari Tarwiyyah)


 نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi taala.


Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah taala". 


Niat puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) 


 نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi taala. 


Artinya, “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah taala”.


Puasa Dziulhijjah merupakan puasa sunnah. Oleh karenanya bagi orang yang lupa niat pada malam hari, boleh niat siang harinya, dari pagi hari sampai sebelum tergelincirnya matahari (waktu zuhur), sepanjang belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.


Berikut adalah lafal niat ketika siang hari:


Niat puasa dari tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah


  نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri dzil hijjah sunnatan lillahi taala. 


Artinya, “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah taala”.


Niat pada pada tanggal 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyyah) 


 نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillahi taala.


Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah taala".


Niat puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) 


 نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِعَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillahi taala.


Artinya, “Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah taala”. 

 


Editor:

Amaliyah NU Terbaru