• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Selasa, 16 April 2024

Daerah

SMP Darul Ulum 5 Studi Lapangan ke DLH, Belajar Olah Kompos Takakura hingga Eco Enzym

SMP Darul Ulum 5 Studi Lapangan ke DLH, Belajar Olah Kompos Takakura hingga Eco Enzym
Saat siswa diajarkan mengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Ubah sampah jadi kompos hingga eco enzym di DLH Jombang, Jumat (24/02/2023). Foto: NU Online/Ira Wahyu Wardhani
Saat siswa diajarkan mengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Ubah sampah jadi kompos hingga eco enzym di DLH Jombang, Jumat (24/02/2023). Foto: NU Online/Ira Wahyu Wardhani

NU Online Jombang,

Masih dalam suasana Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati bulan Februari ini, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Darul Ulum 5 Jombang dalam Yayasan Darul Ulum, Rejoso Jombang mengadakan studi lapangan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang untuk mengolah sampah menjadi kompos takakura dan eco enzym.

 

Lidiawatiningsih, Fasilitator SMP Darul Ulum 5 Jombang mengatakan, ini merupakan implementasi kurikulum merdeka dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) denhan tema Gaya Hidup Berkelanjutan. Sementara itu, SMP Darul Ulum 5 Jombang mengangkat topik sampahku, karyaku yang lebih fokus pada solusi mengurangi sampah di Sekolah.

 

“Letak sekolah yang berada dekat pasar menjadi motivasi kami untuk berkontribusi mengolah sampah sisa-sisa sayur dan buah. Upaya kami mempelajari cara pengolahan sampah ke Dinas Lingkungan Hidup juga ingin mendapatkan ilmu yang tepat dalam mengolah sampah organik maupun non organik. Kunjungan ini juga untuk membuat kerja sama dalam pengolahan sampah," jelasnya Jumat (25/02/2023).

 

Perempuan yang akrab disapa Lidia ini menjelaskan, studi lapangan ini memberikan pembelajaran kepada peserta didik dalam mengelola sampah, khususnya sampah organik. Praktik yang dilakukan anak-anak adalah membuat pupuk kompos takakura dan eco enzym.

 

“Kompos Takakura adalah salah satu cara pembuatan kompos dengan mendaur-ulang sampah organik. Sedangkan eco enzym merupakan hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu. Red) dan air,” ungkapnya.

 

Lidia menjelaskan teknisnya, DLH Kabupaten Jombang memberikan demonstrasi cara pembuatan kompos Takakura dan Eco enzyme kemudian anak-anak turut serta mempraktikannya.

 

“Harapan kami setelah diadakan kegiatan ini, peserta didik dapat mengetahui dan memahami pemilahan serta pentingnya mengolah sampah hingga akhirnya anak anak dapat menjaga lingkungan. Khususnya di lingkungan rumah dan sekolahnya," tambahnya.

 

Ia berharap, Fasilitator dapat membantu anak-anak dalam proses menjaga lingkungan dari sampah dan pengolahan sampah.

 

“Sampah bukanlah sesuatu yang patut dibuang karena jika diolah dengan benar dapat menghasilkan cuan," imbuhnya.

 

Membangun Kerja Sama dengan DLH untuk Kelola Bank Sampah di Sekolah

Sementara itu, Idatul Masfufah, Kepala Sekolah SMP Darul Ulum 5 Jombang mengharapkan, ilmu yang didapat saat studi lapangan di DLH bisa diimplementasikan secara nyata.

 

“Ketika anak-anak dewasa nanti, lalu mengingat pelajaran yang didapatkan saat ini maka bisa menjadi orang yang mandiri dan berdikari. Mereka bisa memanfaatkan ilmu untuk sesuatu yang bisa dikembangkan, didaur ulang serta menjadi produsen yang sukses,” ujarnya.

 

Perwakilan DLH Kabupaten Jombang, Elviwati mengatakan, penting sekali untuk mengenalkan dan mengedukasi anak-anak mengenai pengolahan sampah sejak dini.

 

“Sudah 100 lebih unit yang bergabung dengan bank sampah Dinas Lingkungan Hidup ini, termasuk sekolahan dan perkantoran,” tuturnya.

 

Sementara itu, Joice Manopo, Direktur Bank sampah Induk Kabupaten Jombang menyampaikan, jika unit lain mengirim sampah kepada bank sampah itu sudah dalam keadaan terpilah. Kemudian, di bank sampah akan dipilah lagi lebih teliti dan lebih detail. 

 

“Teknis di Bank Sampah ini mempunyai istilah jemput bola jadi bukan dari unit yang membawa sampah tersebut kesini namun kami melayani dengan mengambil sampah ke tiap-tiap unit. Ada petugas dari DLH yang akan mengambil ke tiap Lokasi,” ungkapnya.

 

Perempuan yang akrab disapa Joice ini mengatakan, Sampah dipilah antara organik dan non organik. Setelah itu, hasil dari olahan sampah organik yang berupa kompos dan eco enzym akan di jual kepada perusahaan dan para pemilik perkebunan. Sedangkan sampah non organik akan dijadikan kerajinan.

 

“Kami merasa senang dan bangga karena anak-anak sekolah mau belajar mengolah sampah. Harapan saya, anak-anak belajar mengolah sampah disini. Jangan hanya sampai disini ilmunya, namun juga dipraktikkan di rumah dan lingkungan sekitar,” ucapnya.

 

Pihaknya berharap, studi lapangan ini bisa berkelanjutan dan menjadi kerjasama, semoga setiap sekolah bisa memiliki bank sampah dan dapat mengelolanya dengan baik.

 

Andisa Maharani Ningrum, peserta didik SMP Darul Ulum 5 Jombang mengatakan, suasana saat studi lapangan ke DLH Kabupaten Jombang sangat menyenangkan, seru dan ia mendapatkan banyak hal yang baru.

 

“Proses pembelajaran ini cukup membuat saya paham cara mengolah sampah, khususnya cara membuat kompos takakura dan eco enzym. Harapan saya, kita dapat membuat sampah yang kita buang tidak menjadi percuma dan merusak lingkungan sekitar. Namun bisa jadi lebih bermanfaat,” pungkasnya. 

 

Bertempat di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, kegiatan studi lapangan ini diikuti oleh Kepala sekolah, fasilitator tim P5 dan peserta didik.


Daerah Terbaru