• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Jumat, 23 Februari 2024

Daerah

RSNU Jombang Lulus Akreditasi Paripurna, Direktur Tekankan Pelayanan Terus Ditingkatkan

RSNU Jombang Lulus Akreditasi Paripurna, Direktur Tekankan Pelayanan Terus Ditingkatkan
Direktur RSNU Jombang, dr Ade Armada Sutedja saat ditemui NU Online Jombang untuk kebutuhan wawancara terkait predikat akreditasi paripurna. (Foto: Dok NU Online Jombang)
Direktur RSNU Jombang, dr Ade Armada Sutedja saat ditemui NU Online Jombang untuk kebutuhan wawancara terkait predikat akreditasi paripurna. (Foto: Dok NU Online Jombang)

NU Online Jombang,
Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kabupaten Jombang lulus akreditasi paripurna yang ditandai dengan bintang lima dari KARS atau Komisi Akreditasi Rumah Sakit. KARS adalah lembaga independen yang dipilih oleh kebanyakan rumah sakit untuk kebutuhan akreditasi.


KARS melakukan proses akreditasi RSNU Jombang selama tiga hari di bulan Februari 2023. Beberapa aspek yang dinilai di antaranya adalah mutu pelayanan rumah sakit, keselamatan pasien, tata kelola manajemen, dan perawatan medis.


"Dengan elemen-elemen penilaian yang dilakukan KARS, alhamdulillah nilainya di atas 80, sehingga kita mendapatkan penilaian paripurna," kata Direktur RSNU Jombang, dr Ade Armada Sutedja kepada NU Online Jombang, Jumat (10/3/2023).


Ia menjelaskan, akreditasi paripurna merupakan tingkat paling tinggi di dalam penilaian kelulusan akreditasi rumah sakit. Urutan jenis akreditasi paling bawah dimulai dari akreditasi tingkat dasar, akreditasi tingkat madya, akreditasi tingkat utama, dan akreditasi tingkat paripurna.


Akreditasi rumah sakit menurutnya cukup penting. Secara aturan, setiap rumah sakit memang harus diakreditasi agar tata kelola dan beberapa aspek lain di sebuah rumah sakit bisa diukur, apakah sudah sesuai dengan standarisasi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atau belum. Dari sinilah, rumah sakit akan mendapatkan predikat akreditasi sesuai tingkatannya. 


Ia menekankan, bahwa hasil akreditasi harus linier dengan praktiknya di lapangan. Kelengkapan dokumen dalam semua aspek penilaian yang dibutuhkan untuk menunjang penilaian akreditasi kurang berguna, bila implementasinya justru berbanding terbalik.


"Akreditasi itu tidak hanya untuk memenuhi persyaratan, tapi perlu dibuktikan dengan implementasi di lapangan," jelas pria yang kerap disapa dr Ade ini.


Akreditasi paripurna yang sudah disematkan kepada RSNU Jombang, menurutnya mempunyai dampak tersendiri. Ia mengimbau agar di jajaran manajemen, dokter, perawat, dan komponen RSNU yang lain, benar-benar menjaga dan terus meningkatkan kualitas pelayanannya untuk pasien, terutama dari kalangan Nahdliyin.


"Predikat saja kan tidak tepat, harus diimplementasikan agar bermanfaat kepada Nahdliyin terutama ya, dan masyarakat pada umumnya. Itu yang penting," tegasnya.


Muara kerja rumah sakit adalah pelayanan kepada pasien. RSNU Jombang, kata dia, cukup terbuka dengan masukan-masukan yang membangun dari masyarakat Jombang. dr Ade menjelaskan, suara masyarakat tentang RSNU Jombang dimakani sebagai salah satu media untuk RSNU Jombang agar terus berbenah memberikan pelayanan terbaik kepada mereka.


"Kalau ada yang kurang dari masyarakat, tidak masalah disampaikan, apa kekurangan kita. Itu yang justru menjadi masukan penting. Sehingga kita bintang lima terus setiap hari," pungkasnya.


Daerah Terbaru