• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Selasa, 27 Februari 2024

Daerah

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, RSNU Jombang Bangun Gedung Tahap Dua

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, RSNU Jombang Bangun Gedung Tahap Dua
Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar didampingi beberapa menteri dan gubernur Jatim bersama bupati Jombang menekan tombol tanda dimulainya pembangunan gedung tahap kedua RSNU Jombang. (Foto: NU Jombang Online/Syamsul Arifin)
Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar didampingi beberapa menteri dan gubernur Jatim bersama bupati Jombang menekan tombol tanda dimulainya pembangunan gedung tahap kedua RSNU Jombang. (Foto: NU Jombang Online/Syamsul Arifin)

NU Jombang Online, 
Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur terus berupaya meningkatkan pelayanannya. Hari ini, Sabtu (4/7), Rumah sakit yang berada di Jl KH Hasyim Asy'ari, Kecamatan Diwek, Jombang itu melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung tahap kedua untuk bedah sentral dan rawat inap.

 

Direktur RSNU Jombang, dr Bambang Dwi Hayunanto menyampaikan, peletakan batu pertama itu dibangun di atas tanah seluas 1,1 hektar yang sudah dibeli RSNU sebelumnya. Hal ini diaharapkan bisa mempercepat cita-cita RSNU untuk segera naik menjadi RS tipe C. 

 

"Tentu kita ingin memaksimalkan aspek pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Namun konkretnya kita sedang bertekad menuju rumah sakit tipe C yang sekarang masih tipe D," katanya kepada NU Jombang Online.

 

Untuk menuju ke sana, lanjutnya, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh rumah sakit. Di antara yang paling pokok adalah rumah sakit tersebut setidaknya harus punya 100 tempat tidur perawatan. Di samping pelayanan medik, kefarmasian, dan tenaga medis juga sesuatu yang juga harus ditingkatkan.

 

"Dengan dibangun lagi begini maka kamar tidur perawatan lebih dari 100, yang sekarang masih 80-an kamar," jelas dr Bambang sapaan akrabnya.

 

Ia menambahkan, kepercayaan publik kepada RSNU Jombang terus meningkat setiap tahunnya, sehingga kondisi ini menurutnya harus direspons positif oleh pihak RSNU dengan meningkatkan pelayanannya serta sarana dan prasarananya.

 

"Hal ini pula yang menjadi semangat kita punya semangat terus berbenah meningkatkan kualitas pelayanan," terangnya.

 

Terkait target waktu pembangunannya, Bambang menegaskan, bahwa tidak akan sampai setahun dari semenjak diletakkan batu pertama. Pada Maret 2021 mendatang pembangunan tersebut sudah rampung. Tinggal nanti memikirkan pengadaan fasilitas-fasilitas medis.

 

"Maret 2021 sudah selesai pembangunannya mas. Sisa tanahnya nanti untuk tempat alat medisnya. Kita bertahap," ungkapnya.

 

Untuk biaya pembangunan tersebut sebesar 20 miliar dari dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dana sebanyak itu menurut perkiraanya hanya cukup untuk pembangunan gedung, belum dengan alat medis dan lain sebagainya.

 

"Rumah ini prospek ke depan. Kita sebetulnya tidak berhenti di rumah sakit tipe C, tapi nanti juga menuju tipe B dengan memiliki 400 kamar tidur perawatan. Kita punya cita-cita begitu, tapi ya bertahap," tuturnya.

 

Sementara itu Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar pada kesempatan ini menyambut gembira. Ia berharap agar rumah sakit milik NU pada umumnya tidak berhenti melayani masyarakat dengan sangat prima. NU, kata dia, sudah saatnya menjadikan aspek-aspek pelayanan kesehatan masyarakat sebagai program-program prioritas.

 

"Semoga RSNU Jombang ini menjadi contoh untuk rumah sakit lainnya. Terutama dalam hal manajemennya yang lebih menekankan pada NU secara kelembagaan bukan pada perseorangan," ujarnya.

 

Hadir pada kesempatan ini, Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, KH Abd Nashir Fattah beserta jajarannya, Ketua PCNU Jombang, KH Salmanudin Yazid dan jajaran pengurus tanfidziyah.

 

Hadir pula, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn) dr Terawan Agus Putranto, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, H Abdul Halim Iskandar, Menteri Ketenagakerjaan, Hj Ida Fauziyah, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab.

 

Pewarta: Ahmad 
Editor: Syamsul Arifin


Editor:

Daerah Terbaru