• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Rabu, 6 Juli 2022

Daerah

JELANG KONFERCAB NU

Mbah Sholeh: Sebelum dan Sesudah Konfercab NU Jombang, Nahdliyin Harus Tetap Solid

Mbah Sholeh: Sebelum dan Sesudah Konfercab NU Jombang, Nahdliyin Harus Tetap Solid
Mbah Sholeh: Sebelum dan Sesudah Konfercab NU Jombang, Nahdliyin Harus Tetap Solid. (Foto: NU Online Jombang)
Mbah Sholeh: Sebelum dan Sesudah Konfercab NU Jombang, Nahdliyin Harus Tetap Solid. (Foto: NU Online Jombang)

NU Online Jombang, 
Pelaksanaan Konferensi Cabang (konfercab) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Jombang tinggal menghitung hari. Tepat 5 Juni 2022, forum musyawarah tertinggi NU di tingkat kabupaten itu akan diselenggarakan di gedung serbaguna Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat. 


Wakil Rais Syuriyah PCNU Jombang, Kiai Muhammad Sholeh mengajak kepada segenap warga NU Jombang turut menyukseskan sekaligus mendoakan hajat besar tersebut agar terlaksana tanpa halangan apapun.


"Mari kita sukseskan dan doakan selamat dan sukses Konfercab NU Kabupaten Jombang," kata Mbah Sholeh, sapaan akrabnya beberapa waktu terakhir di kantor PCNU Jombang.


Mbah Sholeh mengatakan bahwa sistem yang digunakan untuk memilih rais syuriyah adalah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), sementara untuk ketua tanfidziyah ditempuh dengan musyawarah mufakat. Dua sistem tersebut menurutnya sesuai dengan aturan yang berlaku di NU.


Oleh karena itu, Mbah Sholeh meminta agar segenap warga NU untuk menyukseskan Konfercab NU Jombang dengan penuh persaudaraan dan kecintaan terhadap NU. "Sebelum dan sesudah Konfercab, semua elemen NU tetap solid, tidak tercabik-cabik dengan kepentingan siapa pun," ujar Mbah Sholeh.


Selain itu, Mbah Sholeh juga berharap, Konfercab NU tahun 2022 ini akan melahirkan program-program yang bermanfaat bagi Nahdliyin di Kabupaten Jombang.


"Karena itu, mari kita dukung terselenggaranya Konfercab ini dengan sebaik-baiknya," tambahnya.


"Semoga Allah memberikan pertolongan kepada kita semua sehingga Konfercab sukses, lancar, dan mendapat berkah dari Allah swt," harapnya.

 

Sebagaimana diwartakan media ini sebelumnya, Katib PCNU Jombang, Ahmad Samsul Rijal menjelaskan, penggunaan sistem musyawarah mufakat untuk pemilihan ketua PCNU sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga (ART) NU yang berbunyi, "Ketua dipilih secara langsung melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara dalam Konfercab, dengan terlebih dahulu menyampaikan kesediaannya secara lisan atau tertulis dan mendapat persetujuan dari rais terpilih".


Pria yang akrab disapa Kiai Rijal ini menegaskan, bahwa ART NU di atas sebenarnya masih cukup longgar dengan kemungkinan adanya pilihan-pilihan sistem yang dapat digunakan dalam pemilihan ketua tanfidziyah, tidak hanya melalui satu sistem pemungutan suara secara langsung, sebagaimana yang dikenal penerapannya oleh mayoritas NU di lintas kepengurusan saat ini.


"Garis besarnya adalah mengarusutamakan musyawarah mufakat dalam setiap pengambilan keputusan dan penetapan. Demikian juga dalam proses Konfercab, kita berupaya mekanisme musyawarah mufakat yang kita tempuh. Ini berbeda dengan tahun-tahun kemarin," katanya kepada NU Online Jombang, Sabtu (7/5/2022).


Musyawarah mufakat menurutnya dapat mendorong organisasi bergerak lebih maju dan cepat. Karena antara rais dan ketua akan senantiasa berjalan beriringan, bergandengan tangan dalam menakhodai organisasi. Hal ini menurutnya akan selamat dari perselisihan pandangan maupun sikap yang dapat menghambat perkembangan organisasi.


Dalam Anggaran Dasar (AD) NU, BAB VII, pasal 14 ayat 3 ditegaskan bahwa syuriyah adalah pemimpin jamiyah atau organisasi, sementara kelanjutannya dalam ayat 4 dijelaskan bahwa ketua tanfidziyah merupakan pelaksana organisasi. 


"Di ART NU, bab XVIII, pasal 58, ayat 1 juga dijelaskan bahwa kedudukan syuriyah adalah sebagai pengendali kebijakan. Sementara tanfidziyah harus mengikuti dan patuh terhadap kendali," ulasnya.


Daerah Terbaru