• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Rabu, 17 April 2024

Daerah

Literasi Digital, Transformasi Santri Mengakses Informasi Lebih Luas

Literasi Digital, Transformasi Santri Mengakses Informasi Lebih Luas
Literasi Digital Transformasi Santri Mengakses Informasi (Foto: NU Online Jombang/Siti Ratnasari)
Literasi Digital Transformasi Santri Mengakses Informasi (Foto: NU Online Jombang/Siti Ratnasari)

NU Online Jombang,

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, kesiapan NU dalam meluncurkan Gerakan Literasi Digital merupakan sebuah ikhtiar. Kemampuan baca tulis disebut bisa menjadi langkah akselerasi untuk meningkatkan daya literasi digital bagi santri di Pondok Pesantren. 

 

Karena hal itu, PBNU bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mewujudkan santri melek literasi.

 

"Ini adalah program berskala besar dengan melibatkan partisipan yang luas. Baik dalam lingkup NU sendiri dan terbuka untuk pihak mana saja yang ingin ikut serta dalam gerakan ini," kata Gus Yahya.

 

Hal itu disampaikan Gus Yahya dalam video sambutan acara Membangun Kesadaran dan Budaya Digital Bagi Santri di Pondok Pesantren. 

 

"Ini semua merupakan ikhtiar bersama agar suasana di dalam pergaulan digital yang sudah semakin mendominasi menjadi lebih positif, membawa maslahat, dan menghindari berbagai macam atensi negatif atau mafasid yang mungkin akan timbul di dalam pergaulan digital masyarakat kita," ungkapnya.

 

Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Unipdu Jombang (Yapetidu) KH Zaimuddin Wijaya As'ad menuturkan, santri memang harus melek membaca. Terlebih, di era saat ini semua serba canggih, oleh karena itu kemampuan santri selain ibadah juga harus mengembangkan soft skill

 

"Kemampuan literasi bagi santri harus tetap ditingkatkan. Tujuannya untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap pemberitaan yang hoax," ujarnya dalam Seminar Literasi Digital di Auditorium FIK Unipdu Jombang, Selasa (30/8/2022).

 

Pendapat sama disampaikan Dhikrul Hakim, Akademisi sekaligus Dosen di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang mengatakan bahwa pesantren mengalami transformasi yang massif. Puncaknya, pada masa pasca reformasi banyak sekali pesantren salaf yang mencangkokkan keilmuan pesantren berbasis kitab salaf dengan kurikulum nasional berbasis pengetahuan modern.

 

"Sebagai imbasnya adalah adanya diversifikasi literasi dimana pesantren tidak hanya terfokus mempelajari al-kutub al-sofro ‘kitab kuning’ sebagai kitab induk pesantren (turast), tetapi juga alkutub al-baidho’ ‘buku putih’, majalah, dan koran," terangnya.

 

Hal itu menunjukan adanya keterbukaan pesantren terhadap keilmuan kontemporer yang progresif dan perangkat pembelajarannya yang modern. Menurutnya, literasi digital sebagai perubahan dan transformasi pada model pendidikan pesantren membawa arah baru literasi di mana para santri bisa secara bebas mengakses informasi.

 

"Baik berupa berita, e-book, jurnal ataupun video tutorial yang beredar luas di luar dinding pesantren," katanya. 

 

Aktualisasi santri dalam literasi digital ini turut berperan aktif dengan tetap berorientasi pada tradisi khas orang-orang pesantren dengan memegang teguh nilai-nilai toleransi dalam bersosialisasi di era literasi digital yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. 

 

"Santri jangan hanya menyampaikan yang akurat saja secara akal, tapi ada yang jauh lebih penting dan itu barokah," ungkap Dhikrul Hakim.

 

Muhammad Mufid, Bendahara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang menjelaskan, pengguna internet di Indonesia mencapai 204 juta dari sekitar 260 juta penduduk . 

 

"Penetrasi internet yang tinggi di Indonesia tidak diimbangi dengan kemampuan bersikap kritis terhadap informasi yang beredar di internet . Ada banyak orang Indonesia berkerumun di Internet dan terpapar oleh beragam informasi tanpa literasi yang memadai. Tanpa diimbangi literasi yang kuat, masyarakat mudah termakan oleh hoaks," paparnya.

 

Ia menambahkan, santri juga bagian dari peradaban besar dunia. Maka, harus percaya diri dengan keilmuannya . Perkuat literasi terlebih dahulu, gunakan media digital untuk mengembangkan skill . Santri perlu memahami dan menguasai media digital, terutama untuk dakwah," pungkasnya.


Daerah Terbaru