• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Kamis, 20 Juni 2024

NU Online

Adab saat Hadapi Ekonomi Sulit hingga Berujung Fakir menurut Syekh Abdul Qadir Jailani

Adab saat Hadapi Ekonomi Sulit hingga Berujung Fakir menurut Syekh Abdul Qadir Jailani
Ilustrasi fakir. (Foto: Freepik)
Ilustrasi fakir. (Foto: Freepik)

Hidup dalam kefakiran biasanya bukan menjadi keinginan mayoritas umat manusia. Namun demikian, ketika seseorang ditakdirkan hidup menjadi orang fakir atau miskin, bukan berarti menganggap diri sebagai makhluk hina dan meninggalkan adab. Pasalnya, Allah tidak memandang seseorang dari fisik dan materi melainkan dari hati dan ketakwaannya.


Syekh Abdul Qadir Jailani mengungkapkan sejumlah adab yang mesti dilakukan seseorang ketika menghadapi kefakiran. Seorang fakir yang mengeluh dan meratapi nasibnya dinilai sebagai perbuatan sia-sia yang tidak ada manfaatnya. Mengingat hal tersebut, Syekh Abdul Qadir menyarankan agar orang fakir bisa menikmati kefakirannya melebihi orang kaya yang menikmati kekayaannya.



Baca selengkapnya di https://www.nu.or.id/syariah/5-adab-saat-hadapi-kefakiran-menurut-syekh-abdul-qadir-jailaini-RyVRA


Artikel Terbaru