• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Senin, 15 April 2024

Nasional

Fokus Rakernas IPPNU, Penguasaan Digital dan Pengembangan Ekonomi Santri

Fokus Rakernas IPPNU, Penguasaan Digital dan Pengembangan Ekonomi Santri
Suasana pembukaan Rakernas IPPNU di Gedung Serbaguna Hasbullah Said Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang Jawa Timur. (Foto:NU Jombang Online/Syamsul Arifin)
Suasana pembukaan Rakernas IPPNU di Gedung Serbaguna Hasbullah Said Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang Jawa Timur. (Foto:NU Jombang Online/Syamsul Arifin)

NU Jombang Online,
Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Pondok Pesantren Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur selama tiga hari, Kamis-Sabtu (23-25) di Gedung Serbaguna Hasbullah Said, Sabtu (23/1).

Pada kesempatan ini semua utusan IPPNU dari semua wilayah se-Indonesia akan merumuskan kebijakan-kebijakan organisasi. Di antara kebijakan yang nanti akan diambil adalah mendorong penguasaan santri terhadap dunia digital dan pengembangan ekonomi santri. Keduanya saat ini sudah menjadi trend kalangan anak muda NU dan santri. 

Ketua Umum PP IPNU Nurul Hidayatul Ummah mengungkapkan, dua hal di atas adalah salah satu fokus utama dalam perhelatan Rakernas kali ini. Untuk itu perlu adanya kajian atau pembahasan mendalam dengan melibatkan semua kader IPPNU yang ada di Indonesia. Yang pasti, kata dia, IPPNU ke depan akan memberikan perhatian lebih untuk mewujudkan isu strategis di kalangan anak muda NU ini.

"Ke depan kita akan menfokuskan bagaimana digital dikuasai para santri agar santri semakin luar biasa perannya baik di tingkat nasional maupun internasional," katanya saat menyampaikan sambutannya.

Kalangan santri saat ini tidak bisa anti terhadap digital, lantaran perannya yang dinilai cukup bisa membantu terhadap perkembangan di berbagai aspek. Termasuk aspek-aspek yang bersentuhan langsung dengan internal santri, seperti pengembangan sumber daya manusianya (SDM) atau pengembangan potensi-potensi yang dimilikinya. Hal ini sesuai dengan tema yang diangkat yakni 'Santri Goes Beyond Digital Suciety'. 

"Kami mengusung tema itu, karena kami merasa santri memilki andil yang lebih untuk masuk di dunia digital yang nanti akan memberikan sumbangsih penuh untuk bangsa Indonesia agar menjadi SDM yang unggul dan menjadi negara yang maju," jelasnya.

Peran digital sudah merambah ke semua lini kehidupan. Tidak terkecuali dalam bidang usaha perekonomian. Banyak kalangan pengusaha hari ini yang mengembangkan usahanya lewat pengoptimalan peran digital. Demikian ini juga harus mulai disambut baik oleh para santri. Ia meyakini ke depan dua fokus ini akan terwujud dengan baik. 

Adanya program One Pesantren One Product (OPOP) yang dicanangkan oleh pemerintah di beberapa wilayah menjadi angin segar akan terwujudnya upaya IPPNU tersebut dengan cepat, khususnya dalam hal pengembangan ekonomi santri. Tinggal IPPNU dan pihak pemerintahan bisa membangun mitra dengan sebaik mungkin.

"Mohon doanya agar kami istiqamah menciptakan generasi muda NU yang cinta terhadap NKRI, berakhlakul karimah, dan generasi yang memajukan Indonesia," ungkapnya.

Menurut data Pendis Kemenag 
RI 2020 yang dicantumkan panitia Rakernas IPPNU pada kerangka acuan kegiatan bahwa jumlah pesantren di Indonesia mencapai 27.218. Jumlah yang tak sedikit itu menunjukkan komunitas pesantren memiliki masa depan yang menjanjikan di bidang ekonomi. Namun, sampai saat ini masih sedikit pesantren yang memanfaatkannya menjadi kekuatan kemandirian ekonomi.

Rakernas IPPNU sendiri dibuka oleh Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin ditandai dengan penekanan tombol didampingi Menaker Ida Fauziah, Menkop UMKM Teten Masduki, Wamenag Zainut Tauhid, dan Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Pewarta: Syamsul Arifin


Editor:

Nasional Terbaru