Home Warta Nasional Fiqih Daerah Bahtsul Masail Opini Keislaman Amaliyah NU Khutbah Humor Ekonomi Lainnya Buku/Resensi Video Nyantri MWC Ranting NU Pengurus

UPZISNU Jombatan Serahkan Donasi untuk Ara, Jarinya Diamputasi akibat Dipatuk Ular

UPZISNU Jombatan Serahkan Donasi untuk Ara, Jarinya Diamputasi akibat Dipatuk Ular
Pengurus UPZISNU Jombatan menjenguk Ara. (Foto: Istimewa)
Pengurus UPZISNU Jombatan menjenguk Ara. (Foto: Istimewa)

NU Online Jombang, 
Unit Pengelola Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang bergerak cepat membantu Embun Nawra Untsu. Anak perempuan yang kini masih berusia 6 tahun itu harus diamputasi jari jempol tangan kirinya lantaran digigit ular berbisa saat ia asyik menonton TV di rumahnya, Kamis (23/9).

Warga Desa Jombatan yang biasa dipanggil Ara itu diamputasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang setelah beberapa kali mendapat perawatan. Pihak RS memutuskan harus diamputasi karena bisa ular tidak bisa dibersihkan, sehingga kalau tidak dilakukan penanganan segera, maka cenderung berakibat lebih fatal.

Ketua UPZISNU Jombatan, Nuruddin Suryanulloh menyampaikan, dirinya dan beberapa pengurus yang lain mendatangi langsung ke RS menyerahkan donasi sebesar Rp 5 juta. Donasi tersebut bersumber dari beberapa pihak, selain dari kas UPZISNU Jombatan sendiri, ada beberapa relawan yang turut menitipkan rezekinya.

"Rincian donasi tersebut Rp 1,1 juta dari uang kaleng UPZISNU Jombatan dan Rp 3,9 juta dari 32 orang dermawan yang berada di Desa Jombatan, di luar kecamatan maupun di luar kota bahkan ada yang dari luar provinsi juga. Mereka adalah warga Jombatan yang sedang merantau," katanya Rabu (29/9/2021).

Ara bukan dari keluarga yang mampu secara ekonomi. Ia dan adiknya dirawat oleh seorang ibu. Bapaknya sejak kecil sekitar usia 1,5 tahun sudah tidak lagi membersamainya hingga sekarang. Ibunya, Laily Yuniah adalah seorang guru di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Dengan profesi itu Laily membiayai dua anaknya.

Kondisi itu menurut Suryanulloh yang menjadi pertimbangan UPZISNU Jombatan akhirnya berupaya meringankan beban Laily di tengah musibah yang dialami anaknya dengan menggalang donasi.

"Adik Ara sudah tampak sumringah meskipun salah satu anggota tubuhnya ada yang hilang. Ibunya pun juga sudah terlihat kuat dengan musibah yang dialami anak pertamanya itu," ujarnya.

Suryanulloh berharap, Laily dan dua anaknya tabah dan kuat menghadapi musibah ini. Suryanulloh percaya bahwa Ara masih memiliki kesempatan yang besar menggapai cita-citanya. Ada banyak orang yang peduli dan mendukung terhadap masa depan Ara, termasuk UPZISNU Jombatan. 

"Kami pengurus UPZISNU Jombatan mewakili keluarga mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kepeduliannya baik secara langsung dengan memberikan donasi maupun secara tidak langsung dengan mendoakannya," tuturnya.

Editor: Ahmad

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

Warta