• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Selasa, 5 Juli 2022

Daerah

Upaya Pondok Pesantren Menjawab Tantangan Zaman (Bagian I)

Upaya Pondok Pesantren Menjawab Tantangan Zaman (Bagian I)
Gus Zuem saat ditemui di kediamannya (Foto : NU Online/ Arif Fachrudin Achmad)
Gus Zuem saat ditemui di kediamannya (Foto : NU Online/ Arif Fachrudin Achmad)

NU Online Jombang,

Dahulu, sekolah di pesantren dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai alternatif setelah tidak diterima di sekolah negeri. Namun sekarang, sekolah-sekolah yang dikelola oleh pesantren makin di depan. Secara kualitas, tidak kalah dengan sekolah-sekolah negeri. Fasilitas yang diberikan untuk belajar siswa bahkan melebihi sekolah-sekolah negeri. 

 

KH Zaimuddin Wiyaja As'ad, pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang mengatakan, kini pesantren memiliki kesiapan dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat. Pendidikan pesantren, saat ini hadir bukan lagi sebagai alternatif melainkan sebagai pilihan pertama. 

 

"Sekolah-sekolah di Pesantren saat ini sudah mulai menyesuaikan kurikulumnya dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kalau dulu, pesantren pemahamannya hanya sebatas fiqih saja. Namun, zaman sudah berubah. Al Qur'an, hadist dan fiqih wajib untuk tetap diajarkan. Tapi, sekolah di Pesantren juga harus memberikan modal dasar bagi seseorang untuk memiliki ketrampilan profesi tertentu di tengah kehidupan bermasyarakat," paparnya.

 

Baca jugaSetiap Lulusan SMA DU 2 Unggulan BPPT Mengantongi Minimal 1 Sertifikat Ujian Internasional (Bagian II)

 

Pria yang akrab disapa Gus Zuem ini menambahkan, jika pesantren mampu untuk mengikuti perkembangan zaman termasuk teknologi, maka generasi pesantren, khususnya kaum muda NU dapat mengisi semua lini kehidupan masyarakat. 

 

"Generasi muda NU harus bisa mengisi berbagai profesi dan kelas kehidupan masyarakat. Dulu, Kiai As'ad Umar selalu berandai-andai, seandainya bisa ada jendral yang hafal Qur'an atau pilot yang hafal hadist tentu akan lebih bermakna," terangnya.

 

Gus Zuem menilai, tidak ada salahnya bagi pesantren untuk tetap melakukan aktivitas sesuai dengan kebiasaan lama. Namun, tetap harus membuka kemungkinan bagi pesantren lain untuk menyesuaikan dengan kebutuhan zaman, sehingga bisa saling melengkapi. 

 

"Kita sering berpegang pada makolah, al muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah, yakni memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik. Pesantren harusnya memiliki perspektif seperti itu," jelasnya.

 

Harapan ke depan, sekolah-sekolah yang dikelola pesantren, khususnya Darul Ulum mampu mengikuti alur teknologi. Karena, zaman sekarang sudah berbeda dengan yang dulu. 

 

"Kita harus mampu menyesuaikan dengan zaman agar mampu menghadapi era disruptif," pungkasnya.

 

Bersambung

 

Pewarta : Nur Fitriana


Editor:

Daerah Terbaru