• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Rabu, 17 Agustus 2022

Daerah

Perdana, UPZISNU Mojotrisno Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim dan Dhuafa

Perdana, UPZISNU Mojotrisno Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim dan Dhuafa
Pemberian santunan oleh UPZISNU kepada kaum dhuafa (Foto: NU Online Jombang/Siti Ratna Sari)
Pemberian santunan oleh UPZISNU kepada kaum dhuafa (Foto: NU Online Jombang/Siti Ratna Sari)

NU Online Jombang,

Unit Pengelola Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Desa Mojotrisno Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang berbagi kebahagiaan di bulan ramadhan dengan menyantuni anak yatim dan dhuafa di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Miftahus Sa'adah Subantoro Timur, Selasa (26/4/2022) sore.

 

Ainun Najib, Sekretaris UPZISNU Mojotrisno menuturkan, santunan anak yatim dan dhuafa ini baru pertama kali dilaksanakan. Pasalnya, UPZISNU Mojotrisno baru terbentuk pada bulan Februari 2022.

 

"Namun, meskipun UPZISNU baru berusia 4 bulan, alhamdulilah kami bisa menyalurkan hasil dari kaleng koin NU kepada yang membutuhkan. Insyaallah rencana kedepan santunan ini kami laksanakan tiga kali dalam satu tahun," tutur Najib kepada NU Online Jombang.

 

Najib menceritakan, banyak sekali tantangan-tantangan yang harus dihadapi. Mulai dari menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat serta menjelaskan perbedaan iuaran dan sedekah. Meski begitu, UPZISNU telah berhasil memiliki 376 kaleng dengan total hasil yang didapatkan sebesar Rp 8.500.000/bulan.

 

"376 kaleng itu kami bagikan ke 8 RW yang ada di desa Mojotrisno. Setiap RW sudah ada koordinatornya, jadi lebih mudah. Kaleng koin terbanyak itu di RW 7 sebanyak 70 kaleng," imbuhnya.

 

Tidak berhenti disitu, lanjut Najib, dirinya akan gencar bersosialisasi sebagai bentuk pendekatan kepada masyarakat akan pentingnya bersedekah. Selain itu, setelah hari raya idul fitri, UPZISNU Mojotrisno akan menggalakkan zakat. 

 

"Seperti zakat maal, zakat pertanian, bahkan ulama-ulama kontemporer itu ada yang namanya zakat profesi. Kita ingin mensosialisasikan itu agar masyarakat Mojotrisno itu sadar pentingnya sedekah dan zakat," tegasnya.

 

Pada santunan anak yatim dan dhuafa yang pertama ini, UPZISNU Mojotrisno memberikan santunan kepada 50 penerima. Santunan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp 300 ribu.

 

"Kalau disini, dominan dhuafa karena sebelumnya sudah ada pentasyarufan anak yatim dari Muslimat NU. Kami melakukan koordinasi dengan Muslimat bahwa kita lebih dominan ke dhuafa, sementara Muslimat ke anak yatim," jelas Najib.

 

Ia menambahkan, dengan kegiatan perdana UPZISNU ini bisa menjadi investasi di dalam Islam. Artinya, sifatnya saling tolong menolong sesama muslim.

 

"Dimana saudara-saudara kita yang kurang mampu? Lalu bagaimana kesadaran orang-orang yang mampu itu? Oleh karena itu kita mengajak untuk pentingnya bersedekah dan berzakat," pungkasnya.


Daerah Terbaru