• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Rabu, 17 Agustus 2022

Daerah

Kurma, Cara IPNU-IPPNU Mojowarno Pertahankan Dakwah di Tengah Pandemi Covid-19

Kurma, Cara IPNU-IPPNU Mojowarno Pertahankan Dakwah di Tengah Pandemi Covid-19
Ustadz Aan Hunaifi membacakan kitab Ayyuhal Walad pada kegiatan Kuliah Ramadhan (Kurma) PAC IPNU-IPPNU Mojowarno. (Foto:NU Jombang Online/Annisa Rahma)
Ustadz Aan Hunaifi membacakan kitab Ayyuhal Walad pada kegiatan Kuliah Ramadhan (Kurma) PAC IPNU-IPPNU Mojowarno. (Foto:NU Jombang Online/Annisa Rahma)

NU Jombang Online, 
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang mulai mengubah strategi dalam melaksanakan program-programnya. Dari yang biasanya mayoritas dilakukan secara offline, kini harus dilakukan dengan cara online. Hal ini lantaran wabah virus Corona (Covid-19) belum kunjung reda.

Salah satunya seperti Kuliah Ramadhan (Kurma) yang disiarkan melalui live streaming di Instagram milik PAC IPNU-IPPNU Mojowarno. Kegiatan ini berpusat di kantor Mejelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Mojowarno. 

Imam Syafi'i, Ketua PAC IPNU Mojowarno mengatakan, kegiatan Kurma dilaksanakan mulai tanggal 6 hingga 20 Mei 2020 setiap hari Rabu, Kamis, dan Jumat pukul 17.00 WIB dengan mendatangkan narasumber Ustadz Aan Khunaifi. 

"Sementara yang dibahas adalah Kitab Ayyuhal Walad karya Imam Al-Ghazali," katanya, Rabu (20/5).

Ia mengaku, tema-tema dalam kitab tersebut cukup memantik perhatian peserta karena mayoritas topiknya menyentuh langsung terhadap anak-anak muda. "Sangat menarik perhatian dan antusiasme PR serta PK se-Kecamatan Mojowarno dengan banyak yang bergabung di saluran live streaming Instagram dan aktif tanya jawab," jelasnya.

Adapun salah satu nasihat yang tertera dalam kitab tersebut seperti: “Wahai ananda, di antara nasihat Rasulullah Saw kepada umatnya, tanda-tanda Allah berpaling dari seseorang adalah orang itu menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.  Dan, jika suatu saat saja umur seseorang hilang karena digunakan bukan untuk yang semestinya sebagaimana ditentukan Allah maka patutlah ia menyesali tanpa putus. Barang siapa yang umurnya melewati 40 tahun, sedangkan amal baiknya belum melebihi amal buruknya, maka bersiaplah dia masuk neraka".

Pada akhir penutupan Kurma diambil empat peserta terbaik dari peserta yang aktif bertanya dan istikamah mengikuti kegiatannya secara online dari awal hingga akhir kegiatan.

Peserta terbaik pertama diraih oleh Fajar dari Pimpinan Ranting (PR) Gedangan, terbaik kedua diraih oleh Ardi dari PR Gedangan, terbaik ketiga diraih oleh Dila dari Pimpinan Komisariat (PK) MTs Al-Hidayah, dan yang terakhir diraih oleh Rahma dari PR Catakgayam.

Aan Dwi Amrullah, Wakil Ketua Departemen Dakwah IPNU Mojowarno berharap Kurma terus berlanjut di Ramadan-Ramadhan berikutnya. Meski dalam pelaksanaannya nanti bisa saja tidak lagi melalui Daring (dalam jaringan) karena situasi kembali normal.

"Semoga di tahun-tahun selanjutnya semakin banyak lagi yang mengikuti Kurma dan lebih banyak Kitab-kitab yang dipelajari oleh rekan-rekanita. Semoga dengan Kurma pelajar NU khususnya di kecamatan Mojowarno lebih luas pengetahuan dan menghindarkan dari kegiatan yang tidak berfaedah," ucapnya.

Kontributor: Annisa Rahma
Editor: Syamsul Arifin


Editor:

Daerah Terbaru