• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Rabu, 6 Juli 2022

Daerah

KH Abdul Kholiq Hasan: Jangan Terjebak Euforia Merayakan Hari Raya Idul Fitri

KH Abdul Kholiq Hasan: Jangan Terjebak Euforia Merayakan Hari Raya Idul Fitri
KH Abdul Kholiq Hasan (Sumber : YouTube NU Online)
KH Abdul Kholiq Hasan (Sumber : YouTube NU Online)

NU Online Jombang,

Dalam Ngaji Kilat Ramadhan melalui channel Youtube NU Online Jombang, KH Abdul Kholiq Hasan, Wakil Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, Minggu (1/5/2022) menyampaikan, tidak perlu terlalu larut dalam euforia menyambut Idul Fitri sebagai perayaan akhir dari kemenangan. 

 

"Kita boleh kita berbahagia dan bersyukur. Tetapi ingat, di hadapan kita sudah menunggu perjuangan yang lebih berat," ujarnya.

 

Menurutnya, bulan ramadhan hakikatnya adalah latihan dari allah untuk menghadapi 11 bulan yang amat sangat berat.

 

“Hendaknya kita yakin haqqul yakin. Kalau kita bisa melaksanakan latihan itu dengan sepenuh hati. Maka, 11 bulan yang akan datang kita akan menjalankannya tanpa berat menghadapinya. Karena, kita sudah dilatih oleh Allah untuk memerangi hawa nafsu. Bukankah setan di bulan ramadhan itu tidak diberikan kesempatan untuk menggoda kita? Tetapi, dalam 11 bulan ke depan, kita harus betul-betul waspada dan berhati-hati. Sebab, setan telah memasang perangkapnya untuk kita,” tuturnya.

 

KH Abdul Kholiq Hasan menambahkan, Ramadhan kali ini betul-betul memberikan kenangan terindah. Betapa allah sangat menyayangi dan sangat ingin melindungi umatnya. Allah SWT memasukkan kita ke dalam perguruan tinggi. Sebuah kampus yang bernama Ramadhan. 

 

“Perguruan tinggi tersebut memberi bekal materi-materi yang luar biasa, di sana ada tadarus, buka bersama dengan keluarga yang mungkin selama ini jarang kita lakukan. Duduk di satu tempat yang sama sambil mengucap doa berbuka puasa dan makan bersama. Lalu, beranjak melakukan shalat maghrib berjamaah dan setelahnya tarawih bersama dengan keluarga dan masyarakat. Itu merupakan hal yang jarang sekali terjadi,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Kholiq itu.

 

Ia menggambarkan, betapa indahnya ketika malam orangtua membangunkan anaknya dan shalat tahajud bersama.

 

“Terkadang, di bulan Ramadhan, kita membangunkan anak-anak kita. Atau kadang kita yang dibangunkan untuk sama-sama bermunajat kepada Allah SWT. Ya allah, betul-betul sangat luar biasa, dan sangat indah,” terangnya.

 

Ia kemudian, menyuplik nasihat Syekh Ibnu Atha’illah as Sakandari dalam hikmah Al hikam.

 

“Saya teringat apa yang disampaikan oleh beliau, ia berkata, jika engkau tahu atau sadar, setan itu tidak pernah lupa terhadapmu. Tidak pernah istirahat untuk terus menerus menjerumuskanmu. Maka kuncinya, kamu jangan pernah lupa atau lalai terhadap Allah. Dzat yang menyelamatkanmu. Dzat yang menjagamu dan dzat yang dengan kekuasaan-Nya pasti akan melindungi kamu," kutipnya.

 

Sederhananya, lanjut dia, tidak mungkin kita bisa menghadapi setan dengan kekuatan kita. Karena, setan tidak butuh tidur, makan, dan melakukan hal hal yang kita lakukan, setan bisa melihat kita sedang kita tidak bisa melihatnya. 

 

"Maka cara terindah yang diajarkan oleh Ibnu Atha’illah As Sakandari adalah, jangan kita lupakan dzat yang akan menyelamatkan kita. Salah satunya adalah dengan sering sering membaca A‘udzu billahi minas syaythanir rajim," paparnya.

 

Pria yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren (PP) Al Amanah Bahrul Ulum Tambakberas itu berharap, Ramadhan tahun ini mampu mendekatkan kita semua kepada Allah SWT.

 

“Yang paling berat dalam kehidupan ini adalah mempertahankan Ramadhan kita dalam 11 bulan selain ramadhan. Mudah-mudahan, 11 bulan menjadi ramadhan kita. Mudah mudahan dengan kemuliaan Ramadhan, dengan kemuliaan Al Qur’an serta kemuliaan silaturahim dan upaya kita menyalurkan zakat fitrah sebagai bentuk kepedulian kita terhadap sesama sekaligus penutup Ramadhan, mudah-mudahan Allah membersihkan hati dan meramadhankan bulan yang 11 bulan menjadi sepenuhnya bulan Ramadhan,” harapnya.

 

Terakhir, Gus Kholiq mengucapkan minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin.


Daerah Terbaru